Sulawesitoday - Keputusan mengejutkan datang dari musisi Kunto Aji. Sang vokalis memilih jalan tengah dalam kontroversi sponsorship PT Freeport Indonesia di festival Pestapora 2025. Namun caranya tak biasa.
Pelantun "Pejuang Berkah" itu mengumumkan seluruh honor pertunjukannya akan didonasikan. Keputusan tersebut diambil setelah mengetahui keterlibatan perusahaan tambang raksasa sebagai sponsor utama festival musik bergengsi itu.
"Informasi ini baru saya dapatkan Jumat malam, 5 September 2025," ungkap Kunto Aji melalui akun Instagram pribadinya. Cipoy Sukatani, rekan sesama musisi, yang pertama kali memberitahukan persoalan kontroversial tersebut.
Saat itu, Kunto mengaku baru selesai acara. Ponselnya belum sempat dibuka. Kejutan besar menanti ketika pesan dari Cipoy masuk. "Dari situlah saya tahu ada sponsor yang kami semua hindari, terutama di Music Declares Emergency Indonesia."
-
Diskusi Alot Melibatkan Tim Hukum
Malam yang panjang menanti. Diskusi intensif segera dimulai untuk mencari jalan keluar terbaik. Beberapa pihak dilibatkan, termasuk tim kuasa hukum yang turut memberikan masukan strategis.
Pilihan awal sebenarnya sederhana. Batalkan penampilan atau lanjutkan dengan konsekuensi reputasi. "Pada saat itu tidak ada jalan lain. Kami menolak main jika masih terafiliasi dengan sponsor tersebut," tegas musisi berusia 32 tahun itu.
Kunto bahkan sudah siap menghadapi pembatalan kontrak. Menurutnya, kemungkinan Pestapora menganulir sponsorship yang sudah berjalan sangat kecil. "Saya sudah siap kalau harus batal," tambahnya dengan nada tegas.
Namun takdir berkata lain. Setelah nego alot, pihak penyelenggara akhirnya memutuskan memutus kerja sama dengan Freeport. Langkah tersebut disebut Kunto sebagai "kemenangan kecil" meski awalnya pesimis.
-
Panggung Tunggal untuk Kampanye Iklim
Jadwal awal memang menempatkan Kunto di dua panggung berbeda. Panggung SamaSama dan sesi solo di hari Sabtu, 6 September 2025. Namun rencana berubah drastis pasca-kontroversi.
"Memutuskan membatalkan panggung SamaSama," jelasnya. Fokus beralih ke satu panggung saja. Tujuannya spesifik: mengkampanyekan isu krisis iklim sebagai bagian dari Music Declares Emergency Indonesia.
Gerakan Music Declares Emergency Indonesia memang dikenal vokal dalam advokasi lingkungan. Organisasi ini aktif mendorong industri musik untuk lebih peduli terhadap krisis iklim global. Keterlibatan Freeport sebagai sponsor jelas bertentangan dengan misi tersebut.
Keputusan donasi honor menjadi penegasan komitmen. "Menyumbangkan semua pendapatan dari panggung ini ke mereka," kata Kunto merujuk pada organisasi lingkungan yang didukungnya.
-
Efek Domino Penarikan Sponsor
Kontroversi ini memang memicu reaksi berantai di kalangan musisi. Beberapa nama besar memilih mundur dari lineup Pestapora 2025. Tekanan publik semakin menguat ketika isu lingkungan menjadi sorotan utama.
PT Freeport Indonesia, perusahaan tambang tembaga dan emas terbesar di Indonesia, memang kerap menjadi sorotan aktivis lingkungan. Operasi tambangnya di Papua dinilai berdampak negatif terhadap ekosistem lokal.
Artikel Terkait
Koperasi Kayuboko Rakyat Sejahtera Salurkan 575 Paket Sembako ke Warga Parigi Moutong
DPR RI Buka-bukaan Rincian Gaji Rp65,6 Juta, Respons Tekanan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah
Ketua Komisi XI DPR Usulkan PPN Turun 10 Persen, Produk Pertanian Dapat Tarif Khusus 8 Persen untuk Hilirisasi
Analis Kredit Senior Bank Pemerintah Tersangka Korupsi Rp2,25 Miliar untuk Modal Trading Kripto
Kiki Ucup Putus Kontrak PT Freeport, Hindia dan Feast Tetap Mundur dari Pestapora 2025