• Kamis, 4 Juni 2026

Menkeu Purbaya Sebut Tuntutan 17+8 Bukan Mayoritas, Pemerintah Redam Kritik Genjot 6-7 Persen Ekonomi

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Selasa, 9 September 2025 | 00:21 WIB
Menteri Keuangan Purbaya targetkan pertumbuhan ekonomi 6-7% untuk redam tuntutan 17+8. Strategi baru kebijakan fiskal era pasca Sri Mulyani
Menteri Keuangan Purbaya targetkan pertumbuhan ekonomi 6-7% untuk redam tuntutan 17+8. Strategi baru kebijakan fiskal era pasca Sri Mulyani

Sulawesitoday - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menetapkan strategi tegas. Target pertumbuhan ekonomi 6-7 persen menjadi senjata utama. Langkah ini ditempuh untuk meredam gejolak tuntutan 17+8 yang bergema di berbagai daerah.

Dalam konferensi pers perdananya di Kementerian Keuangan, Senin (9/9/2025), Purbaya menegaskan komitmen pemerintah. "Percepatan ekonomi adalah kunci," ungkapnya dengan yakin. Strategi ini dipandang lebih efektif ketimbang pendekatan politik konvensional.

  • Transisi Kepemimpinan Ekonomi

Pergantian estafet dari Sri Mulyani ke Purbaya menandai babak baru. Momentum ini dipilih tepat di tengah gelombang aspirasi rakyat. Pemerintah berupaya menerjemahkan keresahan menjadi akselerasi pembangunan ekonomi.

"Aspirasi 17+8 mencerminkan kehausan rakyat akan perubahan," kata Purbaya. Namun ia meyakini solusinya bukan di ranah politik semata. Stabilitas ekonomi dan penciptaan lapangan kerja menjadi jawaban fundamental.

Data Kementerian Keuangan menunjukkan optimisme tersebut beralasan. Inflasi terkendali di level 2,8 persen. Daya beli masyarakat menunjukan tren positif selama tiga bulan terakhir. Indikator makroekonomi mendukung target ambisius tersebut.

  • Visi 8 Persen dan Realitas Lapangan

Purbaya tidak hanya bicara target 6-7 persen. Ia bahkan mendukung penuh visi Presiden mencapai pertumbuhan 8 persen. "Angka itu bukan sekadar mimpi," tegasnya dengan penuh keyakinan.

Strategi pencapaian melibatkan tiga pilar utama. Pertama, stimulus fiskal yang terukur untuk sektor produktif. Kedua, kebijakan moneter yang akomodatif terhadap investasi. Ketiga, reformasi struktural untuk efisiensi birokrasi ekonomi.

"Ketika ekonomi tumbuh pesat, masyarakat akan merasakan dampaknya langsung," jelas Purbaya. Penciptaan lapangan kerja massal diprediksi akan mengalihkan fokus dari aspirasi politik ke aktivitas produktif.

Analisis Kementerian Keuangan memproyeksikan hasil menggembirakan. Target 6-7 persen berpotensi menciptakan 2,5 juta lapangan kerja baru. Angka ini dinilai mampu menyerap sebagian besar pengangguran struktural yang ada.

  • Kebijakan Fiskal Era Purbaya

Arah kebijakan fiskal pemerintah mulai tergambar jelas. Purbaya menekankan pendekatan yang berbeda dari pendahulunya. Fokus utama dialihkan dari konsolidasi ke ekspansi terukur.

"Masa lalu kita fokus menjaga stabilitas," ungkap Purbaya. "Kini saatnya mengakselerasi dengan tetap prudent." Filosofi ini mencerminkan adaptasi terhadap dinamika sosial-politik terkini.

Alokasi anggaran 2025 akan diprioritaskan untuk sektor strategis. Infrastruktur, pendidikan vokasi, dan UMKM mendapat porsi signifikan. Program ini diharapkan memberikan multiplier effect optimal bagi perekonomian nasional.

Rencana stimulus fiskal senilai Rp 150 triliun tengah disiapkan. Dana ini akan disalurkan melalui skema pembiayaan produktif dan subsidi strategis. Purbaya optimis langkah ini akan mempercepat recovery ekonomi nasional.

  • Stabilitas di Tengah Aspirasi

Meski menghadapi tekanan aspirasi 17+8, Purbaya tetap menjaga stabilitas. Ia menilai keresahan sebagian masyarakat wajar di periode transisi. Namun solusinya harus terukur dan berkelanjutan.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini