• Selasa, 21 Juli 2026

5914 Korban Keracunan MBG, Presiden Prabowo Panggil Kepala BGN - SPPG Baru Jadi Sorotan

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 28 September 2025 | 19:44 WIB
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN terkait 70 kasus keracunan MBG. SPPG baru jadi penyebab utama dengan 5.914 korban sepanjang 2025
Presiden Prabowo panggil Kepala BGN terkait 70 kasus keracunan MBG. SPPG baru jadi penyebab utama dengan 5.914 korban sepanjang 2025

Sulawesitoday - Istana Merdeka menjadi saksi bisu pertemuan khusus. Presiden Prabowo Subianto memanggil langsung Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Agenda tunggal? Membahas rentetan kasus keracunan yang menghantui program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pertemuan mendadak ini bukan tanpa alasan. Hingga September 2025, tercatat 70 kasus keracunan telah menimpa 5.914 penerima manfaat program andalan pemerintah ini. Angka yang cukup mengkhawatirkan untuk sebuah program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat.

Dalam laporannya kepada Presiden, Dadan memaparkan kondisi terkini program MBG. Saat ini, 9.615 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi. Mereka melayani sekitar 31 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

"Capaian jumlah SPPG yang operasional telah mencapai 9.615 dan telah melayani kurang lebih 31 juta penerima manfaat," ungkap Dadan dalam keterangan tertulis, Minggu (28/9/2025).

  • Mengapa SPPG Baru Rentan Sebabkan Keracunan?

Data menunjukkan pola mengkhawatirkan. Periode 6 Januari hingga 31 Juli 2025 mencatat 24 kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) dari 2.391 SPPG yang beroperasi. Namun, angka ini melonjak drastis pada periode 1 Agustus hingga 27 September 2025.

Dari 7.244 SPPG yang baru beroperasi, tercatat 47 kasus KLB. Artinya, tingkat kejadian pada SPPG baru hampir dua kali lipat dibanding SPPG yang sudah berpengalaman.

"Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang," tegas Dadan.

Faktor lain turut menjadi pemicu. Kualitas bahan baku yang tidak terjamin. Kondisi air yang kurang memadai. Bahkan pelanggaran prosedur operasi standar (SOP) masih sering terjadi.

Hasil investigasi BGN mengungkap berbagai jenis bakteri berbahaya. E.coli ditemukan pada air, nasi, tahu, dan ayam. Staphylococcus aureus mengontaminasi tempe dan bakso. Salmonella hinggap di ayam, telur, dan sayur. Bacillus cereus mencemari menu mie. Belum lagi coliform, PB, klebsiella, dan proteus dari air terkontaminasi.

  • Apa Instruksi Tegas Prabowo?

Mendengar laporan tersebut, Presiden Prabowo tidak tinggal diam. Keprihatinannya mendalam atas kejadian yang menimpa program strategis ini. Ia langsung menginstruksikan peningkatan tata kelola layanan secara komprehensif.

Setiap SPPG wajib dilengkapi koki terlatih. Tak hanya itu, alat rapid test untuk uji makanan harus tersedia. Alat sterilisasi food tray menjadi syarat mutlak. Filter air berkualitas tinggi wajib dipasang.

Yang paling menarik, setiap SPPG akan dipasangi CCTV yang terhubung langsung ke pusat. Sistem monitoring real-time ini diharapkan dapat mencegah pelanggaran SOP.

Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, dalam jumpa pers di Kantor BGN, Jakarta, Jumat (26/9/2025), menyatakan komitmen penuh. BGN bertanggung jawab atas semua kejadian dan berjanji berbenah total.

  • Bagaimana Persebaran Kasus di Berbagai Wilayah?

Wilayah I Sumatera mencatat 9 kasus dengan 1.307 korban. Kabupaten Lebong di Bengkulu dan Kota Bandar Lampung di Lampung menjadi daerah dengan kasus terbanyak.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini