• Kamis, 4 Juni 2026

Kegagalan Konstruksi Ponpes Al Khoziny, 102 Korban Dievakuasi - Tim SAR Gabungan Masih Cari 38 Orang Hilang

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Selasa, 30 September 2025 | 12:37 WIB
Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk saat salat Asar. 1 tewas, 77 luka, 38 terjebak. Tim SAR gabungan lanjutkan evakuasi.
Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo ambruk saat salat Asar. 1 tewas, 77 luka, 38 terjebak. Tim SAR gabungan lanjutkan evakuasi.

Sulawesitoday - Siang itu berubah kelam. Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB, bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny di Jalan KHR. Abbas I No.18, Buduran, Sidoarjo ambruk. Runtuh hingga lantai dasar. Puluhan santri dan pekerja tertimbun material beton.

Ironisnya, kejadian itu tepat saat salat Asar berjamaah berlangsung. Suara takbir bersahutan dengan gemuruh bangunan yang kolaps. Sebuah tragedi yang tak terduga di tengah ibadah khusyuk.

Kini, 38 orang masih hilang. Terjebak dalam reruntuhan yang menumpuk. Tim gabungan terus berjuang melawan waktu untuk menemukan mereka—hidup atau mati.

  • Bagaimana Bisa Terjadi?

Pagi hari dimulai normal. Pekerja sibuk mengecor lantai empat. Proses konstruksi berjalan seperti biasa. Tak ada tanda bahaya.

Namun sejak pagi itu, ancaman sudah mengintai. Tiang pondasi ternyata tak mampu menopang beban. Struktur mulai goyah. Lalu saat adzan Asar berkumandang, bencana datang tanpa peringatan.

Bangunan empat lantai itu runtuh beruntun. Lantai demi lantai jatuh seperti kartu domino. Santri yang tengah berwudhu, pekerja yang masih di atas, semua terperangkap dalam hitungan detik.

Dugaan kuat mengarah pada kegagalan teknologi konstruksi. Pondasi tak cukup kuat. Pengecoran melebihi kapasitas struktur. Atau mungkin pengawasan teknis yang lemah—terlalu banyak kemungkinan, terlalu sedikit jawaban pasti.

  • Berapa Jumlah Korban Sebenarnya?

Data per Selasa (30/9) pukul 09.00 WIB menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Total 102 jiwa telah dievakuasi. Dari jumlah itu, 91 orang berhasil menyelamatkan diri sendiri. Sisanya, 11 jiwa dibantu tim SAR gabungan.

Satu korban ditemukan tak bernyawa. Identitas sudah terverifikasi. Sementara 77 orang mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan bervariasi.

Distribusi korban luka ke beberapa rumah sakit: 34 jiwa ke RSUD Sidoarjo, 38 jiwa ke RS Siti Hajar, dan 4 jiwa ke RS Delta Surya. Sebagian mengalami patah tulang. Beberapa luka dalam. Kondisi kritis masih membayangi.

Yang paling mencemaskan, 38 orang dilaporkan belum ditemukan. Keluarga menunggu dengan cemas. Harapan menipis seiring waktu berlalu. Namun operasi pencarian tak boleh berhenti.

  • Siapa Saja yang Turun Tangan?

Respons cepat datang dari berbagai pihak. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sidoarjo memimpin koordinasi. BASARNAS menerjunkan tim SAR profesional. BPBD Provinsi Jawa Timur langsung bergerak.

Forkopimda Sidoarjo turut memobilisasi sumber daya. BPBD dari kota dan kabupaten tetangga berdatangan: Surabaya, Gresik, Nganjuk, Mojokerto, hingga Jombang. Solidaritas lintas wilayah terbentuk spontan.

Relawan SAR dari berbagai organisasi juga bergabung. Mereka bekerja tanpa henti. Mengangkat puing demi puing. Menyisir setiap sudut reruntuhan. Berharap menemukan tanda kehidupan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini