• Selasa, 21 Juli 2026

Sidak, Menkeu Purbaya Masuk Rapat BNI, Tolak Kursi Kehormatan - Pilih Duduk Bareng Direksi di Tengah Meja

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 29 September 2025 | 15:22 WIB
Menkeu Purbaya sidak BNI tanpa pemberitahuan, masuk rapat direksi dan pilih duduk di tengah meja. Gaya baru pengawasan BUMN?
Menkeu Purbaya sidak BNI tanpa pemberitahuan, masuk rapat direksi dan pilih duduk di tengah meja. Gaya baru pengawasan BUMN?

Sulawesitoday - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tiba-tiba muncul di Gedung Graha BNI. Tanpa pemberitahuan sebelumnya. Seragam putih Kemenkeu melekat rapi. Ia datang bukan untuk seremonial.

Purbaya mengaku sengaja melakukan inspeksi mendadak. Tujuannya sederhana namun tegas. Ia ingin menyaksikan langsung bagaimana rapat direksi PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berlangsung. Bukan sekadar laporan tertulis. Bukan pula briefing formal.

"Ini sidak ke BNI," ujar Purbaya dalam video yang ia unggah sendiri di akun TikTok resminya @purbayayudhis. "Kita mau lihat bagaimana kerja mereka." Nada suaranya santai tapi penuh keseriusan. Kamera ponsel merekam setiap langkahnya memasuki gedung bank pelat merah itu.

Yang menarik, Purbaya bahkan tak yakin apakah dirinya akan diizinkan masuk. "Mau ikut rapat dengan direksinya kalau ada rapat, enggak tahu boleh masuk apa enggak ya," tambahnya sembari tersenyum. Spontanitas yang jarang terlihat dari seorang menteri kabinet.

  • Apa yang Terjadi Saat Purbaya Masuk Ruang Rapat?

Sesampainya di ruang rapat, Purbaya disambut oleh jajaran petinggi BNI. Direktur Utama Putrama Wahju Setyawan ada di sana. Begitu pula Wakil Direktur Utama Alexandra Askandar. Para direksi lainnya sudah berkumpul. Rapat tengah berjalan.

Tanpa kaku, Purbaya menyalami satu per satu. Dari Direktur Utama hingga direksi paling junior. Jabat tangan erat. Senyum ramah. Tidak ada jarak antara menteri dan anak buahnya di BUMN.

Namun yang paling mencuri perhatian adalah pilihan tempat duduknya. Kursi utama sudah disiapkan untuknya. Posisi strategis di ujung meja. Lazimnya untuk tamu kehormatan atau pimpinan tertinggi. Tapi Purbaya menolak halus.

Ia malah memilih duduk di tengah meja. Di antara para direksi. Sejajar dengan mereka. Simbolisme yang kuat dari gaya kepemimpinan yang ingin ia tunjukkan—tidak ingin dipisahkan oleh hirarki yang kaku.

Video singkat sidak tersebut langsung viral. Warganet membanjiri kolom komentar dengan berbagai reaksi. "Ini baru bener, media diajak lihat bagaimana cara kerja BUMN," tulis seorang pengguna TikTok. Apresiasi terhadap transparansi.

Ada pula yang geli melihat Purbaya berkeliling meja untuk bersalaman. "Bisa-bisanya bapak muterin meja buat salaman satu-satu," komentar warganet lain. Gaya informal yang jarang ditemui di kalangan pejabat tinggi.

Bahkan beberapa netizen mencatat betapa Purbaya tampak menikmati perannya. "Beliau kayak seneng banget dengan kerjanya sekarang, happy mulu senyum," tulis salah satu komentator. Antusiasme yang menular.

  • Kenapa BNI Jadi Sasaran Sidak Mendadak Ini?

Kedatangan Purbaya bukan tanpa alasan. BNI tercatat sebagai salah satu bank yang menerima suntikan dana likuiditas dari Bank Indonesia. Jumlahnya tidak main-main—Rp 55 triliun. Angka terbesar dari total dana Rp 200 triliun yang dialokasikan pemerintah untuk memperkuat sektor perbankan nasional.

Dana sebesar itu bukan sekadar angka di atas kertas. Ia adalah instrumen strategis untuk menggerakan roda ekonomi. Menjaga stabilitas sistem keuangan. Memastikan kredit tetap mengalir ke sektor riil. Tanggung jawabnya besar.

Purbaya sebelumnya telah menegaskan tidak ada petunjuk teknis khusus bagi bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam menyalurkan dana tersebut. Namun ada satu arahan umum yang jelas. Dana harus dialokasikan untuk proyek yang sejalan dengan program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini