• Selasa, 21 Juli 2026

Geger Industri Air Sedot 43 Ribu Meter Kubik Per Hari, Pesisir Jawa Turun 15 CM Per Tahun!

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Kamis, 23 Oktober 2025 | 22:39 WIB
Sidak KDM ungkap air kemasan dari sumur bor 100 meter. Data: 15.737 megaliter air tanah tersedot, tanah Jawa amblas 23 cm.
Sidak KDM ungkap air kemasan dari sumur bor 100 meter. Data: 15.737 megaliter air tanah tersedot, tanah Jawa amblas 23 cm.

Sidak KDM bukan sekadar soal izin produksi. Ini tentang hak publik atas air. Sumber hidup yang seharusnya dijaga bersama. Bukan dimonopoli industri. Bukan dikomersialisasikan tanpa batas. Air adalah hak semua orang.

Ketika industri mengambil jutaan liter air tanah setiap hari, warga di sekitarnya justru kesulitan air bersih. Ketika perusahaan mengantongi keuntungan dari air kemasan, petani kehilangan sumber irigasi. Ketika merek besar mengklaim air dari mata air alami, faktanya adalah air tanah yang terus terkuras.

Bumi memang punya cadangan. Tapi bukan tanpa batas. Air tanah butuh waktu puluhan hingga ratusan tahun untuk terisi kembali. Sementara penyedotan terjadi setiap detik. Matematika sederhana menunjukkan: ini tidak berkelanjutan.

"Air tanah diam, tapi ketika habis, bumi akan retak." Peringatan KDM bukan hiperbolisme. Ini peringatan berbasis data. Berbasis realitas yang sudah terlihat. Tanah amblas. Sumur kering. Sawah gersang. Itulah warisan yang akan kita tinggalkan jika eksploitasi terus berlanjut.

Pertanyaannya sekarang sederhana. Akankah kita memilih air dalam kemasan yang nyaman, atau air tanah yang lestari untuk generasi mendatang? Akankah industri mengubah praktiknya, atau bumi yang akan memaksa mereka berhenti? Keadilan lingkungan bukan slogan. Ia adalah utang kita kepada anak cucu.

Baca Juga: Sidak Pabrik Aqua Subang, KDM Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Sumber Air yang Selama Ini Diklaim dari Pegunungan

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini