"Siapa ini yang tanggung jawab kalau sudah begini? Ayo pemimpin pada hadir," pungkas David dalam videonya.
Tuntutan itu beralasan. Pengelolaan sampah merupakan kewajiban pemerintah daerah. Keterlambatan pengangkutan berulang kali terjadi tanpa solusi permanen. Warga terpaksa hidup berdampingan dengan tumpukan limbah yang mengancam kesehatan.
Unggahan David memicu reaksi luas di media sosial. Warganet membagikan pengalaman serupa. Banyak yang menyebut persoalan ini sudah berlangsung lama. Beberapa komentator menyoroti pola keterlambatan yang kerap berulang, terutama pada akhir pekan.
Seorang pengguna Instagram berkomentar tentang kondisi serupa di wilayah Pamulang. Yang lain menyebut sampah di kawasan Serpong juga tak jauh berbeda. Keluhan kolektif ini menunjukkan masalah sistemik dalam pengelolaan sampah di Tangerang Selatan.
-
Pemda Tangsel Belum Bersuara
Hingga Minggu sore, 14 Desember 2025, belum ada tanggapan resmi. Pemerintah Kota Tangerang Selatan masih bungkam. Dinas Lingkungan Hidup setempat juga belum memberikan klarifikasi.
Keheningan ini menambah keresahan warga. Pertanyaan tentang penyebab keterlambatan pengangkutan masih menggantung. Apakah karena keterbatasan armada? Atau masalah koordinasi dengan pihak ketiga?
Yang jelas, sampah terus menumpuk. Bau menyengat terus mengepul. Dan warga terus menunggu solusi yang tak kunjung datang.
Kondisi darurat sampah di Ciputat menjadi cermin buram tata kelola perkotaan. Kemajuan infrastruktur tidak otomatis menjamin kualitas pelayanan dasar. Ketika sampah menumpuk di jalanan kota elite, pertanyaan tentang prioritas pembangunan menjadi relevan diajukan.
Warga Tangerang Selatan, khususnya Ciputat, kini menanti aksi nyata. Bukan janji. Bukan wacana. Melainkan truk pengangkut yang datang tepat waktu dan sistem pengelolaan yang berkelanjutan.
Sebab sampah yang terabaikan hari ini bisa menjadi bom waktu kesehatan esok hari. Dan dalam konteks kota yang terus berkembang, pengelolaan sampah adalah indikator sejati peradaban urban.
Artikel Terkait
Amplop Cokelat di Meja RT
Nama Wakapolda Sulteng Masuk Pusaran Isu Bekingi PETI Parigi Moutong, Helmy: Sudah Saya Suruh Tangkap
Jejak Alan dalam Proyek Rehab Ruangan Wabup Parimo, PPK Akui Hanya Tahu Nama - Publik Curiga Nepotisme
Oknum Pengumpul Fee PETI Parigi Moutong Diduga Miliki Bekingan Kuat, Pungutan 12 Persen Jadi Sorotan
Sepiring Nasi Padang Jadi Kemewahan Bagi Pengungsi Banjir Aceh Tamiang Setelah 2 Minggu Bertahan dengan Mie Instan