Wakil Wali Kota Manado Richard Sualang menepis tuduhan pembiaran. Menurutnya, pemerintah selalu berkoordinasi. Melalui Dinas Sosial Kota dan Provinsi. "Tidak ada pembiaran dari Pemkot Manado dengan panti sosial," tegasnya.
Tiap tahun ada bantuan. Koordinasi dengan yayasan pengelola jalan terus. "Sangat bagus kita koordinasi. Sudah kita lakukan bertahun-tahun," kata Richard.
Tapi ada yang janggal. Richard enggan menanggapi soal lokasi berbahaya. Gang sempit, di bawah tebing, tanpa jalur evakuasi. Pertanyaan itu mengambang tanpa jawaban. Apakah koordinasi itu cukup jika aspek keselamatan diabaikan?
Skeptisisme mulai muncul di masyarakat. Jika pengawasan berjalan baik, mengapa kondisi panti begitu memprihatinkan?
Bagaimana Proses Identifikasi Korban?
Biddokes Polda Sulut bekerja keras. Mereka ambil sampel DNA post mortem. Dari 16 korban tewas. Kabid Dokkes Polda Sulut AKBP dr Tasrif memimpin tim. "Kami mengevakuasi 16 kantong jenazah," ungkapnya.
Evakuasi dilakukan pukul 00.39 Wita. Jenazah dibawa ke RS Bhayangkara Manado. Lima belas dalam kondisi terbakar parah. Sidik jari tidak mungkin diambil.
Identifikasi primer ada tiga: sidik jari, rekam gigi, DNA. Kondisi korban memaksa tim fokus pada tes DNA. "Saat ini kami sudah ambil DNA korban. Ini akan kami bandingkan dengan DNA dari keluarga," jelas Tasrif.
Keluarga korban mulai berdatangan. Mereka diminta memberi sampel ante mortem. Data riwayat berobat dikumpulkan. Rekam medis dan gigi dicari.
Youla Mawuntu datang ke Posko Ante Mortem. Dia berikan ciri-ciri keluarganya. Sampel DNA juga diserahkan. Wajahnya tampak cemas menunggu kepastian.
Kisah Keluarga yang Masih Mencari
Jefry dan Frany datang mewakili keluarga. Mereka mencari Maria Theresia Mua (86). Oma Maria dititipkan keluarga dari Jakarta. Sudah empat tahun tinggal di panti.
"Jadi kami diminta oleh keluarga Oma Maria untuk memantau keberadaan Oma di panti. Yah sebagai penangungjawab keluarga," ujar Jefry di RS Bhayangkara.
Jefry sudah cek rumah sakit. Nama Oma Maria tidak ada. Polisi minta keterangan detail. Barang-barang pribadi Oma dijelaskan. "Seperti anting, cincin dan tongkat," katanya.
Ada dua oma pakai tongkat. Satu sudah ditemukan selamat. Yang satunya lagi masih misterius. "Polisi juga sudah memberikan 16 nama korban selamat, dan Oma Maria tidak termasuk di dalamnya," kata Jefry pelan.
Artikel Terkait
Jenazah Perempuan Ditemukan di Perairan Labuan Bajo, Diduga Anak Pelatih Valencia CF
Tergantung pada Sling, Warga Desa Burlah Bertahan Hidup Tanpa Jalan
KKJ Sulteng Protes Keras Satgas BSH yang Dinilai Intervensi Kerja Jurnalistik
Jalan Berubah Jadi Sungai, Warga Dusun Suka Maju Tapsel Minta Bantuan Pembangunan Tanggul Darurat
Buranga, Ketika Alat Berat Lebih Berkuasa daripada Hukum