Sulawesitoday - Gempa bumi tektonik berkekuatan besar melanda wilayah perairan timur Indonesia. Getaran keras dirasakan di Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memberikan pernyataan resmi. Guncangan itu terjadi pada Sabtu malam, 10 Januari 2026.
Episenternya terletak di Laut Maluku. Jaraknya sekitar 40 kilometer tenggara Melonguane.
Kedalaman hiposenter gempa hanya 31 kilometer. Ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal.
Guncangan tersebut bersumber dari aktivitas Lempeng Maluku. Deformasi batuan di lempeng itu memicu pelepasan energi seismik.
Mekanisme sumber gempa adalah pergerakan mendatar turun. Analisis menunjukkan pola oblique normal fault.
Dampak guncangan sangat luas. Skala Modifikasi Mercalli Intensitas menjadi acuan.
Wilayah Talaud merasakan getaran paling kuat. Skalanya mencapai IV-V MMI.
Getaran membuat banyak warga terbangun dari tidur. Benda-benda ringan di rumah banyak yang terpelanting.
Kota seperti Tobelo dan Sitaro merasakan skala III-IV MMI. Getaran juga jelas terasa di Pulau Morotai.
Gelombang seismik merambat cukup jauh. Kota Manado, Bitung, hingga Ternate ikut merasakan.
BMKG secara tegas menyampaikan pemodelan. Gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Hingga laporan ini dibuat, monitoring masih berjalan. Terdeteksi satu gempa susulan dengan magnitudo M4,6.
Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Dr. Daryono, mengonfirmasi analisis. Publik diimbau tetap tenang dan waspada.
Artikel Terkait
Siaga Ruang Digital, Mengapa Pemerintah Tegas Menutup Akses Kecerdasan Buatan X?
Pangkat vs Tudingan, Babak Baru Gugatan PMH Pelda Christian Namo
Prahara Pajak Jakarta Utara, Delapan Orang Terjaring OTT KPK
Jerat Kuota Haji, Menanti Kepastian Status Hukum Fuad Masyhur
Korupsi Haji 2024, Luka Gus Yahya dan Status Tersangka Yaqut