Sulawesitoday - Manifes penerbangan mencatat tujuh hingga delapan kru. Mereka bertugas dalam penerbangan rute Yogyakarta-Makassar.
Kapten Andy Dahananto memimpin penerbangan sebagai pilot. First Officer Yudha Mahardika mendampingi di kokpit.
Dua pramugari bertugas melayani kabin. Florencia Lolita dan Esther Aprilita S. tercatat dalam daftar awak.
Empat kru lainnya melengkapi tim penerbangan. Mereka adalah Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, dan Junaidi.
Tiga Penumpang dari KKP
Pesawat ATR 42-500 membawa tiga penumpang sipil. Mereka adalah pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Deden atau Dede tercatat sebagai penumpang pertama. Ferry dan Yoga melengkapi daftar penumpang.
Penerbangan tersebut merupakan misi patroli maritim. Kementerian Kelautan dan Perikanan menyewa pesawat untuk operasi pengawasan.
Rute penerbangan dimulai dari Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Tujuan akhir adalah Makassar, Sulawesi Selatan.
Proses Pencarian dan Evakuasi
Pesawat hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Komunikasi terputus saat melintas wilayah Kabupaten Maros.
Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk pencarian. Mereka menyisir kawasan Gunung Bulusaraung sejak Sabtu malam.
Serpihan badan pesawat ditemukan Minggu pagi. Lokasi berada di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.
Titik jatuh pesawat akhirnya terkonfirmasi. Proses evakuasi korban dan serpihan pesawat masih berlangsung hingga laporan ini diturunkan.
Artikel Terkait
Pesawat ATR Indonesia Air Sempat Rusak Mesin Sebelum Hilang Kontak di Sulsel
Basarnas Kerahkan 40 Personel Cari Pesawat ATR Hilang Kontak di Maros
Kronologi Hilangnya Pesawat ATR di Pegunungan Maros
Dari Jendela hingga Ekor Pesawat, Jejak ATR 42-500 Ditemukan di Medan Terjal
Medan Terjal Bulusaraung Ungkap Korban Pesawat ATR yang Hilang Kontak