• Selasa, 21 Juli 2026

Medan Terjal Bulusaraung Ungkap Korban Pesawat ATR yang Hilang Kontak

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:34 WIB
Tim SAR menemukan satu korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulsel. Evakuasi berlangsung di medan terjal dan sulit.
Tim SAR menemukan satu korban ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Sulsel. Evakuasi berlangsung di medan terjal dan sulit.

Sulawesitoday - Kabut tipis masih menggantung di Gunung Bulusaraung ketika kabar itu dipastikan. Tim SAR gabungan menemukan satu korban dari pesawat ATR 42-500 yang sebelumnya hilang kontak di wilayah Maros.

Penemuan tersebut terjadi pada Minggu, 18 Januari 2026. Lokasi korban berada di lereng utara gunung, pada medan curam yang menyulitkan pergerakan tim penyelamat.

Informasi itu disampaikan Komandan Kodam XIV Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko. Ia menyebut kepastian penemuan diperoleh melalui komunikasi radio dengan personel di lapangan.

Selain korban, tim lebih dahulu menemukan serpihan badan pesawat. Fragmen tersebut menjadi penanda awal titik jatuh pesawat di kawasan perbatasan Maros dan Pangkep.

Bangun belum mengungkap identitas korban yang ditemukan. Kondisi korban juga belum dapat disampaikan karena proses evakuasi masih berlangsung.

Korban ditemukan di sebuah jurang, tidak jauh dari puncak Bulusaraung. Posisi tersebut memperlihatkan beratnya tantangan yang dihadapi tim SAR gabungan.

Evakuasi dilakukan menuju posko induk di Desa Tompo Bulu. Proses ini memerlukan kerja ekstra karena kontur medan terjal dan akses terbatas.

Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport diketahui hilang kontak pada Sabtu, 17 Januari 2026. Pesawat itu terbang dari Yogyakarta menuju Makassar.

Dalam manifes penerbangan, tercatat pesawat membawa 10 hingga 11 orang. Mereka terdiri atas kru penerbangan dan penumpang dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Kru penerbangan mencakup pilot Kapten Andy Dahananto dan First Officer Yudha Mahardika. Awak kabin yang bertugas adalah Florencia Lolita dan Esther Aprilita S.

Selain itu, terdapat kru lain yakni Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, dan Junaidi. Jumlah kru dilaporkan antara tujuh hingga delapan orang.

Tiga penumpang tercatat sebagai pegawai KKP. Mereka menggunakan pesawat sewaan untuk keperluan patroli maritim.

Hingga Minggu siang, pencarian masih difokuskan di sekitar titik serpihan ditemukan. Tim SAR gabungan terus menyisir lereng Bulusaraung dengan pendekatan bertahap.

Penemuan satu korban ini menjadi perkembangan penting dalam operasi pencarian. Namun, upaya evakuasi dan identifikasi masih memerlukan waktu serta kehati-hatian tinggi.

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini