• Kamis, 4 Juni 2026

Kapolri Jenderal Listyo Sigit: Lebih Baik Jadi Petani daripada Polri di Bawah Kementerian

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Senin, 26 Januari 2026 | 21:12 WIB
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian dan menyatakan lebih memilih menjadi petani. Langkah ini diambil untuk menjaga efektivitas Polri
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menolak usulan penempatan Polri di bawah kementerian dan menyatakan lebih memilih menjadi petani. Langkah ini diambil untuk menjaga efektivitas Polri

Sulawesitoday - Jenderal Listyo Sigit Prabowo rupanya sudah punya rencana cadangan. Bukan jadi komisaris. Bukan pula jadi pengusaha. Dia ingin jadi petani..

Itu kalau Polri dipaksa berada di bawah kementerian.

Kalimatnya saklek. Disampaikan langsung di depan para wakil rakyat di Komisi III DPR RI, 26 Januari 2026.. Bunyinya begini: "Saya menolak polisi di bawah kementerian dan kalaupun saya yang menjadi Menteri Kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja.".

Ruang rapat pun riuh..

Sigit tidak sedang bercanda. Dia sedang bicara prinsip. Baginya, posisi Polri saat ini sudah paling pas. Tetap berada langsung di bawah kendali Presiden..

Mengapa? Sigit takut muncul "matahari kembar"..

Bayangkan kalau Polri punya menteri sendiri. Garis komando bisa berbelit. Padahal, sebagai alat negara di bidang keamanan, Polri harus bisa bergerak cepat saat Presiden membutuhkan.. Menempatkan Polri di bawah kementerian, kata Sigit, sama saja dengan melemahkan institusi, melemahkan negara, bahkan melemahkan Presiden sendiri..

Rupanya, para anggota dewan setali tiga uang. Komisi III sepakat bulat..

Mulai dari PDIP, Golkar, Gerindra, Nasdem, sampai PKS—semua suaranya sama. Mereka ingin Polri tetap independen di bawah Presiden.. Dasarnya kuat: TAP MPR Nomor 7 Tahun 2000.. Di situ sudah tertulis jelas bahwa Kapolri diangkat dan diberhentikan Presiden atas persetujuan DPR..

Ada juga cerita menarik soal jagung di sela rapat itu..

Polri memang sedang giat-giatnya mengurus ketahanan pangan. Sampai-sampai ada yang menjuluki "polisi jagung".. Polri sudah membantu memfasilitasi lahan seluas 1,37 hektar untuk jagung dan panennya pun melimpah.. Hinca Panjaitan dari Demokrat punya filosofi sendiri: Polri itu seperti batang jagung. Satu batang, tapi buahnya banyak—sampai ke pelosok desa..

Sigit pun menegaskan, Polri akan terus jadi pelayan masyarakat.. Dia minta seluruh jajarannya berjuang mempertahankan posisi Polri yang sekarang sampai titik darah penghabisan..

Mungkin itulah sebabnya Sigit begitu berani bersuara. Dia lebih memilih dicopot sebagai Kapolri daripada melihat institusinya ditarik-tarik ke bawah kementerian..

Kalau itu terjadi, mungkin kita akan melihat Jenderal bintang empat itu benar-benar memegang cangkul di sawah..

Halaman:

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini