Sulawesitoday - Kamis pagi di Makassar. Tanggal 6 Maret 2026. Matahari belum terlalu tinggi, tapi antusiasme sudah terasa di beberapa titik perbankan. Bukan antrean panjang yang melelahkan, melainkan senyum para purnabakti yang menjemput haknya: Tunjangan Hari Raya (THR).
Ada sosok yang memantau langsung. Ariawan namanya. Komisaris Independen PT TASPEN (Persero) itu turun ke lapangan. Ia ingin memastikan mesin birokrasi dan sistem perbankan berjalan seirama.
"Tadi saya memonitor langsung pembayaran THR di tiga mitra bayar," ujar Ariawan di Makassar.
Laporannya menggembirakan. Di Bank Mandiri Taspen (Mantap), BRI, Kantor Pos, hingga Bank Sulselbar, suasananya tertib. Tidak ada desak-desakan. Cepat dan prima. Itulah targetnya.
Sistem Terintegrasi, Daya Beli Terjaga
Tahun ini, Taspen memikul tanggung jawab besar. Ada 3.234.556 peserta pensiun di seluruh Indonesia yang harus dibayar. Serentak. Melalui 45 mitra bayar yang sudah terintegrasi sistemnya.
Isi kantong THR itu pun lengkap. Ada pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, hingga tambahan penghasilan. Yang lebih melegakan: tidak ada potongan. Baik itu potongan iuran maupun cicilan kredit pensiun. Bersih. Kecuali pajak penghasilan yang memang sudah ditanggung pemerintah.
Pemerintah berharap uang ini segera berputar. Menjadi motor penggerak daya beli masyarakat menjelang Idul Fitri.
Bagi mereka yang menyandang status ganda—misalnya pensiun sendiri sekaligus penerima pensiun janda/duda—rezekinya ganda pula. Keduanya dibayarkan. Namun, bagi pejabat negara yang juga pensiunan aparatur negara, sistem memilihkan satu: yang nilainya paling besar. Adil dan sesuai aturan.
Lebih dari Sekadar Angka
Di Makassar, penyerahan THR tidak sekadar transaksi di meja teller. Ada sentuhan kemanusiaan. Beberapa mitra bayar menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis. Ada pula gerai UMKM yang ikut nampang. Bahkan, paket sembako dibagikan di beberapa lokasi.
Yang menarik adalah layanan dari Kantor Pos. Uang THR diantar langsung ke rumah. Tanpa biaya tambahan. Ini solusi bagi mereka yang sudah sepuh atau berhalangan hadir secara fisik.
Namun, di tengah kegembiraan itu, kewaspadaan tetap nomor satu. Modus penipuan selalu mengintai saat ada pencairan dana besar.
"PT TASPEN tidak pernah meminta nomor rekening, PIN, atau OTP. Jangan mau dipungut biaya apa pun," tegas Ariawan mengingatkan.
Artikel Terkait
Kenapa Ibu Hamil Tidak Boleh Keluar Saat Gerhana Bulan? Ini Logika di Balik Mitosnya
KTP Hilang, Saldo DANA Melayang? Tenang, Masih Ada Jalan Tikus!
7 Cara Cepat Mengatasi WhatsApp Pending Logo Jam, Chat Langsung Terkirim Tanpa Delay!
Polres Parigi Moutong Jawab Tudingan PETI: Kami Tidak Main Mata, Ini Soal Medan Lapangan
Layar HP Tecno Jadi Plong! Cara Mudah Hapus Tombol Navigasi dan Aktifkan Gestur