Ketersediaan: Agar stok nasional tetap stabil.
Keadilan: Yang mampu jangan memakan hak yang kurang mampu.
Dulu, Bahlil mengurus setoran angkot. Sekarang, ia mengurus setoran energi negara. Gayanya tetap sama: lugas, apa adanya, dan sangat "lapangan". Tinggal sekarang, mampukah masyarakat mengikuti irama "sopir angkot" yang satu ini untuk lebih hemat di jalan?
Sebab, jika tangki sudah "luber-luber", yang rugi bukan cuma dompet, tapi juga cadangan energi anak cucu nanti.
Lupakan Antre BBM! Peneliti Pohang Temukan Rahasia Baterai EV Jarak Jauh Skala Mikro
Artikel Terkait
Prahara Es Kuwut di Pemalang: Niatnya Sehat, Kenapa Malah Jadi Mual?
Durian dan Duta, Cara Cerdas Parigi Moutong Rayu Dompet Investor
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon Akibat Serangan Israel, PBB Kecam Keras
Bupati Parigi Moutong Buka Muscab VII IBI, Tekankan Pelayanan Berbasis Bukti
Stadion Harus Siap! Jurus Sinergi Lurah Labuang Utara Sambut Ribuan Massa Festival Religi