Sulawesitoday - Ada kesibukan yang tidak biasa di kantor Bupati Parigi Moutong, Senin (29/3) kemarin. Kursi-kursi diatur rapi. Pejabat penting berkumpul. Agenda besarnya satu: Rapat Koordinasi (Rakor) Duta Promosi Investasi.
Ini bukan sekadar rapat rutin. Ini adalah bagian dari "hajatan" besar HUT Ramatama Kabupaten Parigi Moutong. Tapi, esensinya jauh lebih dalam dari sekadar perayaan ulang tahun. Ini soal bagaimana daerah ini bersolek di depan para pemodal.
Bupati H. Erwin Burase tidak mau main-main. Ia turun langsung. Didampingi Wakil Bupati H. Abdul Sahid dan Sekda Zulfinasran. Mereka menyambut tamu-tamu dari provinsi dengan tangan terbuka. Gestur ini jelas: Parigi Moutong sangat serius soal investasi.
"Penyambutan ini adalah wujud komitmen kami. Kami ingin kegiatan promosi investasi ini sukses besar," ujar salah satu pejabat di sela-sela pertemuan tersebut.
Targetnya sudah dekat. Jumat, 10 April 2026. Lokasinya di Gedung Auditorium Kantor Bupati. Di sanalah Grand Final Pemilihan Duta Promosi Investasi Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah akan digelar.
Rapat kemarin membedah semuanya. Sangat teknis. Mulai dari urusan seleksi, sistem pendampingan oleh Liaison Officer (LO), hingga urusan bantal guling alias akomodasi bagi tamu-tamu daerah. Tak boleh ada yang meleset.
Mengapa harus ada Duta Promosi Investasi? Jawabannya sederhana: investasi butuh wajah. Butuh juru bicara yang luwes. Mereka yang terpilih nanti—Juara 1, 2, dan 3—akan menjadi "sales" bagi potensi unggulan seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah.
Anak muda pun dilibatkan. Harapannya, generasi zillenial ini sadar bahwa investasi bukan cuma urusan orang tua berjas, tapi motor penggerak ekonomi masa depan mereka.
Nantinya, 17 finalis putra dan putri terbaik akan berebut panggung. Penontonnya pun bukan sembarang orang. Ada Gubernur, para Bupati se-Sulteng, hingga para bos besar dari Kadin dan kalangan perbankan. Kurang lebih 200 orang undangan penting akan memadati ruangan.
Parigi Moutong juga tahu cara merayu. Senjata rahasianya sudah disiapkan: durian. Komoditas khas yang legit itu akan menjadi salah satu magnet bagi para calon investor.
Logikanya begini: kalau lidah sudah cocok, bicara bisnis biasanya jauh lebih mudah.
Pemerintah daerah berharap, para duta ini nantinya tidak sekadar memakai selempang. Mereka harus bisa "menjual" peluang investasi daerah ke level nasional, bahkan internasional. Rakor kemarin adalah langkah awal. Langkah untuk memastikan HUT Ramatama tidak hanya meriah secara seremonial, tapi juga meninggalkan jejak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Gebrakan Pasca Lebaran, Wabup Parigi Moutong Ancam Sidak OPD dan Permudah Urusan KTP
Artikel Terkait
Parimo Olah Limbah Jadi Berkah, Dari Kulit Durian Hingga Mimpi BBM di Kotaraya
Bukan Sekadar Musrenbang, Cara Parimo Kejar Angka Kemiskinan Lewat Mesin Pertanian
Infrastruktur Masih Dominan, Bappelitbangda Soroti Ketimpangan Usulan 2027
Ormas Sulteng Diminta Jadi Mitra Strategis Pemerintah, Bukan Hanya Patuh Formalitas
Prahara Es Kuwut di Pemalang: Niatnya Sehat, Kenapa Malah Jadi Mual?