• Selasa, 21 Juli 2026

Parimo Olah Limbah Jadi Berkah, Dari Kulit Durian Hingga Mimpi BBM di Kotaraya

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 30 Maret 2026 | 21:12 WIB
Bupati Parimo Erwin Burase dorong inovasi sampah plastik jadi BBM di Kotaraya & olah limbah kulit durian jadi produk ekonomi bersama pendampingan KLH.
Bupati Parimo Erwin Burase dorong inovasi sampah plastik jadi BBM di Kotaraya & olah limbah kulit durian jadi produk ekonomi bersama pendampingan KLH.

Sulawesitoday - Persoalan sampah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kedatangan tamu penting. Senin kemarin (30/03), Tim Pendamping dari Kementerian Lingkungan Hidup duduk melingkar di ruang kerja Bupati. Agendanya serius: membedah urusan limbah agar tidak sekadar menumpuk, tapi jadi duit.

Parimo ternyata masuk radar khusus. Menjadi salah satu daerah yang mendapat pendampingan ekstra. Strateginya mulai disusun. Dari zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga mencari pembeli (buyer) sampah plastik.

Kementerian tidak ingin Parimo jalan sendiri.

"Kami akan bantu carikan mitra untuk pengolahan plastik. Biar ada nilai ekonominya," ujar salah satu anggota tim pendamping di sela pertemuan.

Bupati Parimo, Erwin Burase, terlihat antusias. Baginya, urusan sampah bukan sekadar angkut-buang. Kuncinya ada di edukasi dan inovasi. Matanya berbinar saat menceritakan temuan di lapangan.

Ada anak muda di wilayah Kotaraya yang sudah selangkah di depan. Mereka nekat. Sampah plastik diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Inovasi lokal yang, jika dikelola serius, bisa memangkas volume sampah secara drastis.

Namun, Parimo punya tantangan spesifik: durian. Sebagai daerah penghasil durian, ada sekitar 17 packing house yang beroperasi. Hasilnya? Tumpukan kulit durian yang luar biasa banyak.

Inilah yang dibahas mendalam. Kulit durian jangan lagi jadi beban lingkungan, tapi harus diubah jadi produk bernilai. Sampah organik dari sisa ekspor ini punya potensi ekonomi tinggi jika disentuh teknologi yang tepat.

Tentu, pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Dinas Kominfo dipasang di garda depan untuk urusan kampanye. Masyarakat di pasar, perumahan, hingga perkantoran harus mulai sadar. Sampahmu, tanggung jawabmu.

Tim kementerian tidak hanya duduk manis di ruangan ber-AC. Setelah pertemuan, mereka langsung turun ke lapangan. Meninjau pasar dan permukiman. Evaluasi awal dimulai dari sini.

Targetnya jelas. Sinergi pusat dan daerah ini harus berujung pada sistem yang berkelanjutan. Parimo ingin membuktikan bahwa dari limbah plastik hingga kulit durian, semuanya bisa jadi berkah. (Rafii)

Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini