Sulawesitoday - Persoalan sampah di Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) kedatangan tamu penting. Senin kemarin (30/03), Tim Pendamping dari Kementerian Lingkungan Hidup duduk melingkar di ruang kerja Bupati. Agendanya serius: membedah urusan limbah agar tidak sekadar menumpuk, tapi jadi duit.
Parimo ternyata masuk radar khusus. Menjadi salah satu daerah yang mendapat pendampingan ekstra. Strateginya mulai disusun. Dari zonasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) hingga mencari pembeli (buyer) sampah plastik.
Kementerian tidak ingin Parimo jalan sendiri.
"Kami akan bantu carikan mitra untuk pengolahan plastik. Biar ada nilai ekonominya," ujar salah satu anggota tim pendamping di sela pertemuan.
Bupati Parimo, Erwin Burase, terlihat antusias. Baginya, urusan sampah bukan sekadar angkut-buang. Kuncinya ada di edukasi dan inovasi. Matanya berbinar saat menceritakan temuan di lapangan.
Ada anak muda di wilayah Kotaraya yang sudah selangkah di depan. Mereka nekat. Sampah plastik diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM). Inovasi lokal yang, jika dikelola serius, bisa memangkas volume sampah secara drastis.
Namun, Parimo punya tantangan spesifik: durian. Sebagai daerah penghasil durian, ada sekitar 17 packing house yang beroperasi. Hasilnya? Tumpukan kulit durian yang luar biasa banyak.
Inilah yang dibahas mendalam. Kulit durian jangan lagi jadi beban lingkungan, tapi harus diubah jadi produk bernilai. Sampah organik dari sisa ekspor ini punya potensi ekonomi tinggi jika disentuh teknologi yang tepat.
Tentu, pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Dinas Kominfo dipasang di garda depan untuk urusan kampanye. Masyarakat di pasar, perumahan, hingga perkantoran harus mulai sadar. Sampahmu, tanggung jawabmu.
Tim kementerian tidak hanya duduk manis di ruangan ber-AC. Setelah pertemuan, mereka langsung turun ke lapangan. Meninjau pasar dan permukiman. Evaluasi awal dimulai dari sini.
Targetnya jelas. Sinergi pusat dan daerah ini harus berujung pada sistem yang berkelanjutan. Parimo ingin membuktikan bahwa dari limbah plastik hingga kulit durian, semuanya bisa jadi berkah. (Rafii)
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian
Artikel Terkait
Lebaran Usai, Kerja Nyata Dimulai: Intip Strategi Bupati Majene Genjot Kinerja OPD
Bupati dan Wabup Majene Sidak Adminduk Pasca Lebaran: Pastikan Layanan Cepat serta Bebas Pungli
Nasib Bankir di Era AI, Miliki 7 Keahlian Ini Agar Tak Tergilas Teknologi Finansial
Pahitnya Bisnis AI, Mengapa OpenAI Rela Matikan Sora Demi Lawan Claude Milik Anthropic?
Nekat! Perampok Satroni BRI Link Palu Saat Jalanan Ramai, Gasak Uang Tunai Puluhan Juta Rupiah