• Selasa, 21 Juli 2026

Nekat! Perampok Satroni BRI Link Palu Saat Jalanan Ramai, Gasak Uang Tunai Puluhan Juta Rupiah

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Senin, 30 Maret 2026 | 19:36 WIB
Aksi perampokan nekat terjadi di Kios BRI Link Jalan Garuda, Palu. Pelaku bersenjata badik gasak Rp13 juta di siang bolong saat jalanan ramai. Simak kronologinya.
Aksi perampokan nekat terjadi di Kios BRI Link Jalan Garuda, Palu. Pelaku bersenjata badik gasak Rp13 juta di siang bolong saat jalanan ramai. Simak kronologinya.

Sulawesitoday - Siang itu Jalan Garuda, Palu, sedang sibuk-sibuknya. Deru mesin motor dan mobil bersahutan. Matahari pun sedang terik-teriknya, Senin (30/3). Namun, di tengah keramaian itu, maut seolah mengintip dari balik pintu sebuah kios BRI Link.

Kejadiannya kilat. Pukul 12.48 WITA.

Seorang pria masuk. Bukan membawa kartu ATM atau buku tabungan. Ia membawa badik. Targetnya jelas: laci uang. Dalam rekaman CCTV, suasana mencekam itu terlihat begitu nyata. Seorang karyawan wanita yang tengah berjaga tak berkutik. Sebilah senjata tajam menempel di tubuhnya.

"Diam!" bentak si perampok singkat.

Si karyawati hanya bisa mematung. Nyawa lebih berharga dari segalanya. Setelah memastikan situasi aman bagi dirinya, sang perampok bergegas. Langkahnya cepat. Ia hilang di telan bisingnya jalanan Kota Palu.

Hasilnya? Cukup untuk membuat pemilik kios mengelus dada. Uang tunai Rp13 juta amblas seketika.

Kejadian ini langsung memantik reaksi riuh di jagat maya. Netizen Palu pun geger. Ada yang heran, ada yang geram, ada pula yang mulai memberikan saran-saran teknis keamanan.

"Siang bolong loh," tulis akun @ros_mayaaa, seolah tak percaya nyali perampok zaman sekarang sudah setebal itu.

Lain lagi dengan @umiko_de_saint. Ia mengingatkan para pemilik usaha serupa agar lebih waspada. "Yang punya BRI Link sekarang kalau berjaga kunci itu pintu masuknya," sarannya.

Bahkan, saking rawan dan nekatnya aksi kriminalitas belakangan ini, akun @bambangkurniawan_46 sampai berkomentar ekstrem. Menurutnya, sudah saatnya pengusaha kecil mendapatkan proteksi lebih. "Kayanya sudah boleh ajukan izin punya pistol untuk pengusaha, rawan dirampok," cetusnya.

Kejadian di Jalan Garuda ini menjadi pengingat pahit. Bahwa keramaian bukan jaminan keamanan. Bahwa di tengah terik siang pun, kejahatan bisa terjadi tepat di depan mata.

Kini, bola panas ada di tangan aparat. Warga menunggu, akankah badik itu segera menyerah pada borgol polisi?

Hanya 30 Persen! Aturan Ketat UU HKPD Paksa Pemda Efisiensi Belanja Pegawai Mulai Sekarang

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini