Sulawesitoday - Senin 30 Maret 2026, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) punya gawe besar. Namanya Musrenbang. Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah. Untuk tahun 2027.
Tempatnya riuh. Ada Ketua MUI, Baznas, hingga Forum Anak. Lengkap.
Wakil Bupati Abdul Sahid yang tampil di depan. Beliau membacakan amanat tertulis dari sang Bupati, H. Erwin Burase. Isinya tidak sekadar basa-basi birokrasi. Isinya: angka dan strategi.
Bukan Sekadar Rutinitas
Bagi Bupati Erwin, Musrenbang itu bukan kalender tahunan yang numpang lewat. Ini soal strategi. Soal bagaimana menjaring mimpi warga agar pas dengan kantong daerah.
"Musrenbang ini wadah penting. Agar anggaran yang terbatas bisa tepat, efektif, dan efisien," begitu bunyi pesan tertulis Bupati yang dibacakan Sahid.
Prinsipnya jelas: jangan sampai uang rakyat menguap tanpa bekas.
Melawan Kemiskinan dengan Data
Mari lihat rapornya. Angka kemiskinan di Parimo turun. Dari 14,2 persen di tahun 2024, menjadi 13,51 persen di 2025. Turunnya lumayan. Tapi Bupati belum puas.
Mengapa? Karena angka itu masih di atas rata-rata Provinsi Sulawesi Tengah. Harus ada akselerasi. Caranya: pemberdayaan ekonomi. Bukan sekadar bantuan sosial.
Ekonomi sendiri mulai merangkak naik. Dari 3,59 persen ke 3,92 persen. Mesin utamanya? Pertanian. Di sini kekuatan asli Parimo.
"Pertumbuhan itu jangan cuma angka. Harus inklusif. Harus merata," tegas Bupati dalam sambutannya.
Target 2027: SDM dan Cangkul Modern
Untuk tahun 2027, temanya mentereng: Akselerasi Penguatan SDM dalam Pengelolaan Bidang Pertanian.
Artikel Terkait
Soal Tameme hingga Durian Ekspor, Eks Panja DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara
Gema Takbir di Parigi Moutong, Pesan Kedekatan Satu Jengkal dengan Rasulullah
Gebrakan Pasca Lebaran, Wabup Parigi Moutong Ancam Sidak OPD dan Permudah Urusan KTP
Audit Bukan Momok, Siasat Inspektorat dan BPK Perkuat Benteng Keuangan Parigi Moutong
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian
Parimo Olah Limbah Jadi Berkah, Dari Kulit Durian Hingga Mimpi BBM di Kotaraya