Sulawesitoday - Ada dua sosok penting yang duduk mendampingi Bupati Erwin Burase sore Jumat 27 Maret 2026. Yang satu adalah "benteng pertahanan" dari dalam, yakni Sakti A. Lasimpara. Satunya lagi adalah "wasit" dari luar, I Putu Wisudhantara.
Pertemuan di kantor BPK Perwakilan Sulawesi Tengah ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah sinkronisasi frekuensi. Antara yang diawasi dan yang memeriksa.
Sakti: Sang Penjaga Gawang
Sakti A. Lasimpara, Inspektur Daerah Parigi Moutong, tahu benar posisinya. Tugasnya berat: memastikan tidak ada "bola liar" dalam pengelolaan anggaran. Baginya, audiensi dengan BPK adalah bagian dari mempertebal sistem imun pemerintah daerah.
Ia tidak ingin Inspektorat hanya jadi pemadam kebakaran. Ia ingin jadi pencegah api. Fokusnya jelas: pendampingan. Bukan hanya untuk dinas-dinas besar, tapi merambah hingga ke sudut-sudut kantor desa.
"Pendampingan ini penting. Seluruh program pembangunan harus berjalan tanpa risiko hukum," tegas Sakti.
Logika Sakti sederhana: jika dari hulu (desa dan dinas) sudah rapi, maka di hilir (BPK) tidak akan ada masalah. Ia ingin memastikan setiap rupiah yang keluar memiliki "paspor" administrasi yang sah.
Putu Wisudhantara: Menagih Komitmen
Di seberang meja, I Putu Wisudhantara menyimak dengan seksama. Sebagai Kepala BPK Perwakilan Sulteng, ia adalah pemegang rapor keuangan daerah. Putu tidak hanya bicara soal angka, tapi soal kepatuhan.
Ia memberikan arahan yang menukik. BPK tidak ingin hanya sekadar memberi opini WTP, tapi ingin melihat perbaikan yang substantif. Putu mendorong agar Pemkab Parigi Moutong tidak "alergi" terhadap temuan, melainkan segera membereskannya.
"Koordinasi perlu ditingkatkan agar ke depan pengelolaan keuangan daerah lebih transparan dan akuntabel," ujar Putu dengan nada tenang namun tegas.
Pesan Putu jelas: koordinasi jangan hanya di bibir. Harus ada tindak lanjut nyata atas setiap rekomendasi hasil pemeriksaan. Tanpa tindak lanjut, audiensi sehebat apa pun hanya akan jadi catatan di atas kertas.
Sinergi di Balik Meja
Dua tokoh ini sebenarnya sedang memainkan orkestra yang sama. Sakti di sisi pengawasan internal, Putu di sisi pemeriksaan eksternal. Jika keduanya seirama, maka Bupati Erwin Burase bisa tidur lebih nyenyak.
Urusan duit rakyat memang tidak boleh ada celah. Dan sore itu, di Palu, kedua sosok ini sedang menambal celah-celah tersebut agar tidak menjadi lubang besar di masa depan.
Soal Tameme hingga Durian Ekspor, Eks Panja DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara
Artikel Terkait
Stadion Labuang Utara Kinclong Lagi! Begini Cara Warga Jaga Tradisi Gotong Royong
Lebih Canggih! Lyria 3 Pro Google Bisa Ciptakan Lagu Utuh, Cek Fitur Barunya Disini
Kiamat Trafik Manusia, AI dan Bot Resmi Ambil Alih Kendali Seluruh Jagat Internet
Bocor! Cara Pakai AI WhatsApp untuk Koreksi Kalimat dan Hapus Objek Foto Otomatis
75 Ribu Jamaah Bakal Banjiri Palu, Kapolda Sulteng: Haul Guru Tua Milik Kita Bersama!