Sulawesitoday - Angkanya fantastis. Tujuh puluh lima ribu orang. Mungkin lebih. Itulah estimasi jamaah yang akan tumpah ruah di Palu, awal April nanti. Mereka datang untuk satu tujuan: Haul Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri. Atau yang lebih akrab di telinga kita sebagai Guru Tua.
Tokoh besar. Ulama panutan.
Maka, urusan pengamanan tidak bisa main-main. Kapolda Sulteng, Irjen Pol Dr. Endi Sutendi, paham betul soal itu. Kamis siang kemarin (26/03), Aula Rupatama Polda Sulteng penuh. Ada rapat koordinasi (Rakor). Isinya serius: memastikan Haul ke-58 dan Festival Raudhah Sis Aljufri berjalan mulus. Tanpa hambatan.
Sinergi Tanpa Sekat
Di sana duduk bersama unsur Forkopimda. Ada perwakilan Gubernur, Kejati, hingga Pangdam. Semua satu meja. "Haul Guru Tua saat ini sudah menjadi milik kita bersama. Kita semua harus merasa memiliki," tegas Kapolda di depan peserta rapat.
Kalimat itu dalam. Maknanya bukan sekadar seremonial. Kapolda ingin semua pihak pasang badan. Menjaga marwah kegiatan yang sudah menjadi ikon religi Sulawesi Tengah ini.
Strateginya sudah disusun. Ada pembagian ring. Polisi tidak bekerja sendiri. Ada TNI di sana. Ada Satpol PP. Ada Dinas Perhubungan. Bahkan pengamanan internal panitia juga dilibatkan. "Pengamanan akan dibagi dalam beberapa ring untuk mengantisipasi kepadatan massa hingga pencurian kendaraan," lanjut Irjen Endi.
Detail adalah Kunci
Bagi seorang jenderal, detail itu penting. Bukan cuma soal senjata atau barikade. Tapi soal perut dan kenyamanan. Kapolda minta distribusi makanan diatur rapi. Jangan sampai ada penumpukan.
Lalu soal fasilitas. Beliau minta ada penambahan ambulans. Ada posko kesehatan. Bahkan, urusan toilet umum pun dibahas. "Penempatan personel medis di sejumlah titik harus dilakukan guna mempercepat penanganan darurat," tuturnya.
Satu hal yang menarik: Kapolda meminta fasilitas khusus bagi penyandang disabilitas. Inilah wajah humanis dari sebuah pengamanan. Semua orang, tanpa terkecuali, harus bisa merasakan berkah Haul dengan nyaman.
Arus Massa dan Ekonomi
Festival Raudhah akan memulai kemeriahan ini pada 28-30 Maret. Lalu puncaknya pada 1 April, sebelum Zuhur. Bayangkan kepadatannya.
Rekayasa lalu lintas sudah disiapkan. Kantong parkir mulai dipetakan. Sosialisasi ke masyarakat digencarkan. Tujuannya satu: agar Palu tetap bernapas meski ribuan kendaraan masuk.
Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Pol Djoko Wienartono, menyebut koordinasi ini adalah kunci penyamaan persepsi. "Langkah penting untuk menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi antarinstansi," katanya.
Artikel Terkait
Alibaba Rilis Chip Xuantie C950, Gebrakan 5nm yang Siap Menantang Dominasi Nvidia
Stadion Labuang Utara Kinclong Lagi! Begini Cara Warga Jaga Tradisi Gotong Royong
Lebih Canggih! Lyria 3 Pro Google Bisa Ciptakan Lagu Utuh, Cek Fitur Barunya Disini
Kiamat Trafik Manusia, AI dan Bot Resmi Ambil Alih Kendali Seluruh Jagat Internet
Bocor! Cara Pakai AI WhatsApp untuk Koreksi Kalimat dan Hapus Objek Foto Otomatis