Sulawesitoday - Sabtu pagi (21/3), halaman Kantor Bupati Parigi Moutong berubah jadi hamparan putih. Ribuan umat berkumpul. Mengalunkan takbir yang syahdu.
Tepat pukul 07.15 WITA, salat dimulai. Tertib. Khidmat.
Di barisan depan, nampak Bupati dan Wakil Bupati Parigi Moutong. Ada juga Sekretaris Daerah. Mereka membaur. Tidak ada sekat tebal antara pejabat dan rakyat. Semuanya sujud di atas aspal yang sama.
Ibadah pagi itu dipimpin oleh Drs. H. Sudirman Tjora sebagai imam. Gerakannya tenang. Bacaannya meresap. Sementara itu, mimbar khutbah diisi oleh Drs. H. Mahfuz.
Isi khutbahnya tidak bertele-tele. Langsung menusuk ke jantung persoalan sosial: anak yatim.
"Orang yang menyayangi dan mengasuh anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah di surga," ujar Mahfuz dari atas mimbar.
Beliau mengibaratkan kedekatan itu seperti jari telunjuk dan jari tengah. Begitu rapat. Begitu dekat.
Pesan ini seperti alarm bagi jamaah. Bahwa kesalehan itu bukan hanya soal dahi yang sujud, tapi juga soal tangan yang merangkul mereka yang kehilangan orang tua. Kepedulian sosial harus naik kelas. Terutama untuk anak-anak yatim di Parigi Moutong.
Kehadiran jajaran pimpinan daerah pagi itu bukan sekadar formalitas protokol. Ini soal simbol. Simbol kebersamaan. Simbol bahwa pemerintah ingin selalu ada di tengah masyarakat dalam momentum yang paling sakral sekalipun.
Silaturahmi mengental. Nilai agama menguat.
Idul Fitri kali ini bukan hanya soal kemenangan menahan lapar, tapi kemenangan dalam mempererat kemanusiaan.
Lebaran di Majene, Bupati dan Ribuan Jamaah Padati Stadion Prasamya - Pesan Persatuan Menggema
Artikel Terkait
Download Twibbon Lebaran 2026 Gratis — Ini Pilihan Link Twibbonize
Cara Cek Penggunaan Data Xiaomi dan POCO di HyperOS: Jangan Sampai Kuota Bocor!
Prabowo dan "Penyakit" Jam Tiga Pagi: Rahasia News Junkie Pantau Isu Dunia di YouTube
Hidup Terancam Pahit, Penambang Pohuwato Bingung Jual Emas di Tengah Larangan PETI
Lebaran di Majene, Bupati dan Ribuan Jamaah Padati Stadion Prasamya - Pesan Persatuan Menggema