Intinya satu: Memodernisasi petani.
Potensi alam Parimo melimpah. Tapi kalau manusianya tidak terampil, ya percuma. Inovasi menjadi kunci. Petani tidak boleh lagi hanya jadi objek, tapi harus jadi pelaku utama yang berdaya saing.
"Potensi alam tidak akan maksimal tanpa SDM terampil. Kita ingin petani yang berinovasi," lanjut pesan tersebut.
Empat Pilar dan Satu Imbauan
Pemerintah Kabupaten tetap tegak dengan empat pilar: Kesehatan, Pendidikan, Ekonomi, dan Tata Kelola Pemerintahan.
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga naik tipis. Kini di angka 69,99. Stunting? Ini yang hebat. Turun drastis dari 28,5 persen ke 22,3 persen. Sebuah kerja keras yang membuahkan hasil.
Di akhir acara, ada satu pesan kuat untuk para kepala dinas dan perangkat daerah: Buang jauh-jauh ego sektoral.
"Mari perkuat kolaborasi. Bergerak bersama demi Parigi Moutong yang lebih maju," tutupnya.
Rakyat tidak butuh ego pejabat. Rakyat butuh hasil nyata.
Parimo Olah Limbah Jadi Berkah, Dari Kulit Durian Hingga Mimpi BBM di Kotaraya
Artikel Terkait
Soal Tameme hingga Durian Ekspor, Eks Panja DPRD Parigi Moutong Angkat Bicara
Gema Takbir di Parigi Moutong, Pesan Kedekatan Satu Jengkal dengan Rasulullah
Gebrakan Pasca Lebaran, Wabup Parigi Moutong Ancam Sidak OPD dan Permudah Urusan KTP
Audit Bukan Momok, Siasat Inspektorat dan BPK Perkuat Benteng Keuangan Parigi Moutong
Jurus Gubernur Anwar Soal Tambang Emas di Parigi Moutong: Legalkan Dulu, Atur Kemudian
Parimo Olah Limbah Jadi Berkah, Dari Kulit Durian Hingga Mimpi BBM di Kotaraya