Sulawesitoday - Nekat menantang maut demi meniru mukjizat masa lalu bisa berakhir petaka.
Sebuah video pendek memperlihatkan aksi berbahaya seorang pendeta asal Afrika yang mencoba membelah air laut.
Ritual ini digelar di tepi pantai berombak besar bersama sekelompok jemaat berpakaian putih.
Baca Juga: Anggaran Pegawai Parigi Moutong Kritis, Bupati Erwin Burase Evaluasi Total Penempatan ASN
Seorang pria tampak khusyuk membaca ayat suci di atas pasir sambil diterjang buih ombak.
Para jemaat di belakangnya terus bersorak memberikan dukungan spiritual dengan mengangkat tangan.
Aksi menegangkan dimulai saat sang pendeta maju membawa tongkat kayu besar.
Lelaki berjubah putih panjang itu berlari penuh keyakinan menerjang ombak laut lepas.
Dia mengangkat tinggi tongkatnya ke udara berharap air laut di hadapannya segera terpisah.
Alam punya rencana lain ketika sebuah ombak raksasa datang menghantam tubuhnya dengan keras.
Baca Juga: Tanggul Tapeau Jebol, Banjir Rendam Rumah dan Sawah di Balinggi Jati Parigi Moutong
Pendeta itu langsung kehilangan keseimbangan lalu jatuh tergulung di dalam air yang pekat.
Suasana sakral mendadak berubah menjadi kepanikan luar biasa saat tubuhnya sempat hilang.
Sadar nyawanya terancam pria ini langsung berbalik arah menyelamatkan diri ke bibir pantai.
Artikel Terkait
Oprit Jembatan Sibalago Amblas Diguyur Hujan Deras, Akses Antardusun di Toribulu Terancam Putus Total
Jalur Trans Sulawesi Lumpuh Total Akibat Banjir Bandang di Desa Tolai Torue
Tanggul Tapeau Jebol, Banjir Rendam Rumah dan Sawah di Balinggi Jati Parigi Moutong
Anggaran Pegawai Parigi Moutong Kritis, Bupati Erwin Burase Evaluasi Total Penempatan ASN
Arti Qurban Saat Ego Mulai Lupa