• Kamis, 4 Juni 2026

Sembilan Korban Luka Buntut Aksi Demo Kawal Putusan MK Berujung Ricuh di Palu, Satu Mahasiswa Untad Kritis

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 21:02 WIB
Sembilan orang luka-luka akibat ricuh dalam aksi demo kawal putusan MK di Palu, termasuk satu mahasiswa Untad kritis di RS Bhayangkara. #PaluRicuh #UnjukRasa (Amirullah)
Sembilan orang luka-luka akibat ricuh dalam aksi demo kawal putusan MK di Palu, termasuk satu mahasiswa Untad kritis di RS Bhayangkara. #PaluRicuh #UnjukRasa (Amirullah)

Sulawesitoday - Sembilan orang mengalami luka-luka dalam insiden ricuh yang terjadi saat demo kawal putusan MK di depan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Palu, pada Jumat, 23 Agustus 2024.

Tiga di antara korban luka merupakan mahasiswa, termasuk satu mahasiswa dari Universitas Tadulako (Untad) yang mengalami kondisi kritis dan kini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Palu.

Insiden ini terjadi ketika ribuan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Palu dan masyarakat sipil turun ke jalan untuk mengawal putusan MK, yang berujung pada bentrokan dengan aparat keamanan.

Pada pukul 14.20 WITA, situasi mulai memanas ketika massa aksi mencoba menerobos masuk ke dalam gerbang DPRD Sulteng. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi merespons dengan menembakkan water cannon untuk membubarkan massa.

Baca Juga: 159 Siswa yang Ikut Demo di Gedung DPR Ditangkap Polisi Jakarta Timur Terkait Putusan MK Pilkada 2024

Bentrokan pun tak terhindarkan, menyebabkan sembilan orang terluka, termasuk empat anggota Polri dan dua warga sipil. Mahasiswa Fakultas Kehutanan Untad bernama Ayub dikabarkan mengalami luka paling serius.

Kompol Sugeng Lestari, yang dihubungi media ini pada Jumat malam sekitar pukul 19.30 WITA, mengonfirmasi bahwa Ayub kini sudah siuman dan dalam kondisi stabil setelah mendapatkan perawatan di ICU Rumah Sakit Bhayangkara.

"Saya baru saja menjenguk Ayub di rumah sakit. Saat ini, Ayub sudah sadar dan kondisinya stabil. Kapolda Sulteng juga telah melihat kondisi Ayub dan meminta agar perawatan terbaik diberikan," ujar Kompol Sugeng melalui pesan WhatsApp. Ia menambahkan bahwa kehadiran Kapolda di rumah sakit merupakan bentuk empati dan dukungan moral terhadap korban yang terluka.

Kronologi Kejadian

Aksi unjuk rasa dimulai sejak pagi hari dengan ribuan mahasiswa berkumpul di depan Kantor DPRD Sulteng. Mereka datang dari berbagai kampus, di antaranya Universitas Tadulako, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, dan Universitas Alkhairaat Palu.

Massa menuntut kejelasan dan keadilan dalam keputusan MK yang sedang berlangsung. Situasi menjadi tidak terkendali ketika massa aksi mencoba menerobos masuk ke dalam gedung DPRD sekitar pukul 14.20 WITA, memaksa aparat kepolisian untuk menggunakan water cannon sebagai upaya pembubaran.

Baca Juga: Trending Tagar Kembalikan Teman-teman Kami, YLBHI Minta Pembebasan 159 Demonstran yang Ditahan di Jakarta

Tanggapan Pihak Kepolisian

Kompol Sugeng Lestari menyatakan bahwa tindakan penggunaan water cannon oleh aparat kepolisian merupakan upaya untuk mengendalikan situasi dan mencegah kerusuhan yang lebih besar.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini