• Kamis, 4 Juni 2026

Trending Seruan Pers Terkait Aksi Demo Kawal Putusan MK di Palu Berujung Ricuh, Aparat Dituding Tindak Kekerasan Berlebihan

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Jumat, 23 Agustus 2024 | 21:31 WIB
Aksi demo mahasiswa di Palu berujung ricuh, organisasi jurnalis serukan kritik keras pada aparat polisi agar lebih manusiawi. #AksiDemoPalu #KekerasanPolisi #Mahasiswa (Amirullah)
Aksi demo mahasiswa di Palu berujung ricuh, organisasi jurnalis serukan kritik keras pada aparat polisi agar lebih manusiawi. #AksiDemoPalu #KekerasanPolisi #Mahasiswa (Amirullah)

Sulawesitoday - Ratusan mahasiswa di Kota Palu demo kawal putusan MK pada Jumat, 23 Agustus 2024, di depan gedung DPRD Sulawesi Tengah (Sulteng).

Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai berubah menjadi ricuh setelah aparat kepolisian menggunakan kekerasan untuk membubarkan massa.

Insiden yang kemudian trending ini memicu kritik tajam dari organisasi jurnalis dan publik yang menuntut penanganan lebih manusiawi dari pihak berwenang.

Aksi Demo Berujung Ricuh di Depan DPRD Sulteng

Pada Jumat, 23 Agustus 2024, ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Kota Palu, seperti Universitas Tadulako (Untad), Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, dan Universitas Alkhairaat Palu, menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD Sulteng di Jalan Dr. Sam Ratulangi.

Mereka memprotes keputusan elit politik yang dinilai mengabaikan putusan Mahkamah Konstitusi, khususnya terkait revisi Undang-Undang Pilkada.

Baca Juga: Sembilan Korban Luka Buntut Aksi Demo Kawal Putusan MK Berujung Ricuh di Palu, Satu Mahasiswa Untad Kritis

Aksi yang pada awalnya berlangsung tertib berubah menjadi kacau ketika mahasiswa mencoba memaksa masuk ke gedung DPRD. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi merespons dengan menembakkan water cannon untuk membubarkan massa.

Akibat tindakan ini, sembilan orang dilaporkan mengalami luka-luka, terdiri dari tiga mahasiswa, dua warga sipil, dan empat anggota kepolisian.

Kritik dari Organisasi Jurnalis

Insiden kekerasan ini memicu reaksi keras dari berbagai organisasi jurnalis yang tergabung dalam Koalisi Lintas Organisasi Pers, antara lain Pewarta Foto Indonesia (PFI) Palu, Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sulawesi Tengah, Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Palu, dan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI).

Dalam pernyataan bersama, mereka memprotes penanganan aksi mahasiswa dengan kekerasan oleh aparat kepolisian dan mendesak pimpinan kepolisian untuk meninjau ulang pendekatan mereka terhadap demonstrasi.

Muhamad Rifky, Ketua PFI Kota Palu, menegaskan bahwa kekerasan terhadap mahasiswa yang melakukan aksi damai adalah tindakan yang tidak manusiawi dan tidak dapat diterima dalam negara demokrasi.

"Mahasiswa adalah bagian dari kekuatan moral bangsa yang harus dihargai suaranya, bukan diintimidasi dengan kekerasan," ujarnya.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini