Dengan semua permasalahan ini, masyarakat Kampal meminta agar proyek pembangunan trotoar dihentikan sementara hingga ada evaluasi lebih lanjut. Bagi mereka, kebutuhan utama yang mendesak adalah drainase, bukan trotoar.
Apalagi, genangan air yang semakin parah akan memperburuk kondisi rumah mereka ketika musim penghujan tiba. Pembangunan infrastruktur seharusnya tidak hanya soal fisik, tetapi juga memperhatikan dampak sosial yang ditimbulkannya. (Abdul Main)
Artikel Terkait
Lawan Hukum Pemilu, Dua Pejabat Pinrang Hadapi Jeratan Pidana! ASN Pinrang Terjerat Kasus Hanya Karena Ikuti Akun Paslon Bupati
Jalan Terjal Keadilan: Keluarga Korban Pengeroyokan Tempuh Jalur Hukum, Sekolah Dinilai Lalai!
Rekonstruksi Mencekam! Polisi Bongkar 30 Adegan Pembunuhan Tragis di Maros
Tragis! Bentrok Antar Kelompok di Manado Tewaskan Pemuda 20 Tahun, RK Alias Kape Jadi Tersangka Utama
Perlawanan Ipda Rudy Soik Usai Dipecat: Bongkar Dugaan Mafia BBM yang Libatkan Anggota Polda NTT!