Sulawesitoday - Surabaya, Minggu pagi (20/10/2024), diwarnai dengan tensi yang tak terduga. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah pengendara terlihat marah ketika jalanan di pusat kota tiba-tiba ditutup untuk memberi ruang kepada peserta Isoplus Run 2024. Penutupan jalan yang mendadak ini memang untuk mengamankan rute lari, tetapi memicu ketidakpuasan di kalangan pengguna jalan. Mereka yang sedang terburu-buru, mungkin tidak sabar menunggu, mulai membunyikan klakson dan meneriakkan protes.
Video yang diunggah oleh akun Instagram @surabayakabarmetro memperlihatkan kemacetan yang terjadi di beberapa titik.
Baca Juga: Prabowo Lantik Raffi Ahmad, Gus Miftah, dan 25 Lainnya: Siap Atasi Tantangan Nasional!
Dari satu sisi, tampaknya keluhan tersebut bisa dimengerti. "Saya sudah terlambat, dan tiba-tiba harus berhenti tanpa peringatan yang jelas," ujar salah satu pengendara dalam kolom komentar video. Sorotan negatif ini memperlihatkan bagaimana tidak semua orang siap dengan perubahan lalu lintas di pagi hari yang biasanya tenang.
Namun, sebagian besar pengendara mungkin tidak menyadari bahwa panitia Isoplus Run sudah mengumumkan rencana penutupan jalan beberapa hari sebelumnya.
Baca Juga: Cerita Amanda Manopo Bongkar Sosok Penipu, Publikasikan Wajah Pelaku: Di Mana Duit Saya?
"Saya ikut lari pagi tadi, dan rute sudah jelas diberitahukan panitia," kata seorang netizen yang membela acara lari tersebut. Memang, seperti dikonfirmasi oleh beberapa peserta, panitia sudah melakukan berbagai pengumuman terkait rute lari, baik melalui media sosial maupun papan pengumuman di area publik.
Tetapi, terlepas dari persiapan panitia, jelas bahwa informasi tersebut tidak sampai ke semua pihak. Tidak sedikit pengendara yang mengeluh di kolom komentar, mengungkapkan frustrasi mereka terhadap penutupan jalan mendadak ini.
"Acara lari itu mungkin penting bagi sebagian orang, tapi bagaimana dengan kita yang harus bekerja? Harusnya ada koordinasi yang lebih baik," tulis seorang pengguna.
Ketidakpuasan ini mungkin juga berakar pada perbedaan pandangan antara peserta acara dan pengguna jalan biasa. Bagi pelari, event seperti Isoplus Run adalah bagian dari rutinitas komunitas olahraga yang semakin berkembang di Surabaya. Tetapi bagi pengendara, gangguan pada jalan utama di hari Minggu—yang seharusnya menjadi hari santai—terasa seperti tambahan beban yang tidak perlu.
Baca Juga: Koordinator MAKI Boyamin Saiman Desak Prabowo Abaikan Nama Capim KPK Jokowi: Bentuk Pansel Baru!
Memang, acara seperti ini bukan pertama kalinya digelar di Surabaya, dan sering kali masyarakat dihadapkan pada situasi yang sama. "Event lari kayak gini sudah biasa kok. Aneh aja kalau tiba-tiba banyak yang protes," tulis seorang netizen lain yang mendukung acara tersebut.
Tapi, mungkin di sinilah letak masalah utamanya: biasa tidak selalu berarti diterima. Masyarakat yang beragam tentu memiliki ekspektasi yang berbeda tentang bagaimana ruang publik digunakan.
Artikel Terkait
Kisah Penyesalan Nenek Kehilangan Cucunya di Tragedi Banjir Bandang! Tangisan Terakhir di Telepon
Koordinator MAKI Boyamin Saiman Desak Prabowo Abaikan Nama Capim KPK Jokowi: Bentuk Pansel Baru!
Cerita Modus Jadi Polisi dengan Seragam Palsu Seharga Rp150 Ribu, Berhasil Tipu Pengemudi Ojek Online dan Gondol Motor!
Cerita Amanda Manopo Bongkar Sosok Penipu, Publikasikan Wajah Pelaku: Di Mana Duit Saya?
Prabowo Lantik Raffi Ahmad, Gus Miftah, dan 25 Lainnya: Siap Atasi Tantangan Nasional!