Sulawesitoday - Pada debat publik pertama Pilkada Parigi Moutong 2024, pasangan calon nomor urut 3, Nizar-Ardi, menyuarakan sebuah gagasan yang bisa jadi titik balik dalam peningkatan pelayanan masyarakat di wilayah ini. Mengusung konsep "Bunga Desa" (Bupati Ngantor di Desa), mereka berjanji untuk menghadirkan pemerintah lebih dekat ke masyarakat, khususnya dalam urusan administrasi dan pelayanan publik.
"Jika kami dipercaya, pendekatan ini akan menjadi solusi utama," tegas Nizar dalam debat yang disiarkan oleh TVRI Sulteng pada Selasa malam (22/10/2024).
Gagasan ini datang di tengah kritik bahwa sebagian besar kandidat terlalu fokus pada isu hukum dan melupakan tema besar debat: kesejahteraan rakyat. Masyarakat Parigi Moutong, daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah, justru berharap pemerintah yang akan datang lebih fokus pada upaya memperbaiki layanan publik, seperti kesehatan dan administrasi.
Dalam konteks ini, janji Nizar-Ardi menjadi angin segar bagi warga yang telah lama merasa terabaikan oleh sistem yang kaku dan berbelit-belit.
Salah satu aspek menarik dari janji tersebut adalah niat pasangan ini untuk berkantor di desa. Sebagai solusi atas masalah jarak dan akses, program ini diharapkan dapat meringankan beban warga yang seringkali harus menempuh perjalanan jauh ke ibukota kabupaten hanya untuk mengurus dokumen sederhana seperti KTP atau Kartu Keluarga.
"Warga Moutong sudah tidak perlu jauh-jauh ke Parigi hanya untuk urusan seperti ini," tambah Nizar.
Program ini tidak hanya mencakup aspek administrasi saja. Paslon Bersinar (Bersama Nizar-Ardi) juga menjanjikan perbaikan layanan kesehatan, termasuk pengadaan layanan ambulans gratis. Hal ini penting karena banyak warga di wilayah pedalaman yang sulit mendapatkan akses kesehatan tepat waktu. Melalui sistem yang lebih terintegrasi dan pendekatan pelayanan langsung, pasangan ini berharap mampu mengubah wajah pelayanan publik di Parigi Moutong secara signifikan.
Namun, janji seperti ini memang harus diimbangi dengan realisasi yang nyata. Sebuah janji besar seperti "Bunga Desa" akan memerlukan koordinasi lintas sektor, investasi infrastruktur, serta dukungan politik yang kuat. Jika tidak, ide tersebut hanya akan menjadi retorika tanpa tindakan konkret.
Baca Juga: Perketat Keamanan Seleksi CPNS, Kemenkumham Sulteng Andalkan Teknologi Pengenalan Wajah
Meski demikian, niat ini jelas menempatkan pasangan Nizar-Ardi sebagai kandidat yang berani menawarkan solusi nyata untuk tantangan pelayanan publik di Parigi Moutong.
Tidak heran jika janji ini mendapat perhatian khusus dari audiens debat. Banyak yang mengharapkan agar gagasan semacam ini bisa benar-benar terwujud, mengingat pentingnya peningkatan akses dan kemudahan dalam pelayanan masyarakat.
Artikel Terkait
Hari Santri Nasional, Momentum Persatuan dan Penguatan Peran Pesantren dalam Bangsa
Perketat Keamanan Seleksi CPNS, Kemenkumham Sulteng Andalkan Teknologi Pengenalan Wajah
Tim Inafis Bergerak Cepat! Identifikasi Korban SAM Air di RS Bhayangkara, Penyerahan Jenazah Segera Terlaksana
Parigi Moutong Dorong Pertanian Organik Jadi Produk Unggulan! Kembangkan Jaringan Pemasaran untuk Dukung Keberlanjutan
Debat Publik Pilkada Parigi Moutong 2024: Warga Diberi Kesempatan Nilai Visi Misi Paslon! Saksikan Langsung, Tentukan Pilihan Anda!