Pihak kepolisian kini tengah mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut dan akan melakukan pemeriksaan terhadap AE. Material sirtu yang digunakan masih berada di lokasi sebagai barang bukti.
"Besok rencananya AE akan diperiksa. Kami juga akan mengamankan lokasi dengan garis polisi," tegasnya.
Kasus ini menggambarkan bagaimana frustasi terkait akses dan distribusi BBM bisa memunculkan dampak serius, terutama di kalangan nelayan yang sangat bergantung pada pasokan tersebut. Walaupun mediasi sudah ditawarkan, solusi jangka panjang tampaknya masih perlu dicari agar kejadian serupa tidak terulang.
Artikel Terkait
Modus Tipu Dana BOS untuk Tipidkor, Oknum ASN Disdikpora Majene Jadi Tersangka, Dana Dikorupsi demi Judi Online
Ini Kronologi Penangkapan Dua Pelaku Pencurian dan Pelecehan Mahasiswi di Majene
Mencengangkan Hakim dalam Kasus Bebas Ronald Tannur Ditangkap Terkait Suap Rp20 Miliar, Ini Penampakan Banyaknya Uang Itu
Praktik Tak Wajar Uang Pasar Tolai Disimpan di Rekening Pribadi Terbongkar, Nilainya Fantastis Rp124 Juta
Angin Kencang Tak Hanya Merusak! BPBD Catat Lonjakan Rumah Terdampak di Maros