• Kamis, 4 Juni 2026

Cerita Saksi Sudah Peringatkan Korban Soal Kabel Rusak Sebelum Petugas CCTV Tewas Tersengat Listrik di Gedung Wali Kota JakTim

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 27 Oktober 2024 | 15:34 WIB
Petugas CCTV di Gedung Wali Kota Jakarta Timur tewas tersengat listrik meski sudah diperingatkan soal kabel rusak. #KecelakaanKerja #KeselamatanKerja #InstalasiCCTV #JakartaTimur (Nur Rafiqa)
Petugas CCTV di Gedung Wali Kota Jakarta Timur tewas tersengat listrik meski sudah diperingatkan soal kabel rusak. #KecelakaanKerja #KeselamatanKerja #InstalasiCCTV #JakartaTimur (Nur Rafiqa)

Sulawesitoday - Seorang petugas instalasi CCTV berinisial H (58) tewas tragis saat bekerja di Gedung A, Kantor Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, pada Minggu (27/10/2024). Insiden ini diduga dipicu oleh sengatan listrik yang mematikan, membuat korban jatuh dari lantai dua gedung tersebut.

Saksi mata mengatakan, sebelum kejadian nahas itu, korban sempat diperingatkan mengenai kondisi kabel yang rusak dan terkelupas.

Baca Juga: Dituduh Aniaya Siswa, Guru SDN 27 Doule Bombana Dipolisikan! Mediasi Gagal

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, dalam keterangan kepada wartawan menyebutkan bahwa korban bekerja bersama beberapa rekan di bidang instalasi CCTV.

"Korban H, laki-laki 58 tahun. TKP di Gedung A Wali Kota Adm Jakarta Timur, lantai 2," jelas Ade Ary. Saat itu, korban sedang menarik kabel instalasi CCTV, aktivitas yang biasa ia kerjakan.

Baca Juga: Tragis! Bocah 5 Tahun Tewas Tertimpa Beton Saat Truk Tronton Hantam Gerbang Pesantren di Kolaka

Namun, saksi mengungkapkan bahwa ada beberapa kabel yang terkelupas di lokasi kerja. “Saksi sudah memperingatkan korban tentang kabel listrik yang rusak,” ujarnya.

Sayangnya, meskipun peringatan itu disampaikan, insiden tetap terjadi. Tak lama setelahnya, terdengar suara benda jatuh keras dari arah lantai dua, tepat di mana korban bekerja.

Baca Juga: Nyaris Ricuh! Debat Pilwalkot Makassar Terganggu, Moderator Terpaksa Hentikan Jalannya Debat

Saksi segera mematikan aliran listrik untuk mencegah bahaya lebih lanjut. Ketika korban ditemukan, ia sudah tergeletak di atas plafon dengan kondisi tidak sadarkan diri. Rekan-rekan korban dengan cepat mengevakuasinya dan membawanya ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi.

Namun, harapan untuk menyelamatkan nyawanya pupus setelah pihak rumah sakit menyatakan bahwa korban telah meninggal dunia.

Baca Juga: Kesal Jatah BBM Tak Didapat, Nelayan di Bone Tutup Jalan ke SPBN dengan Timbunan Sirtu

Kejadian ini menyoroti bahaya pekerjaan di lingkungan instalasi listrik dan pentingnya memastikan setiap peralatan dalam kondisi aman sebelum bekerja. Kondisi kabel yang terkelupas seharusnya tidak diabaikan—sebuah pelajaran berharga yang datang terlambat.

Ini juga membuka pertanyaan lebih luas tentang keamanan dan pemeliharaan di gedung-gedung pemerintahan. Apakah protokol keselamatan sudah dijalankan secara ketat? Bagaimana penanggung jawab memastikan bahwa risiko seperti ini bisa diminimalkan?

Halaman:

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini