• Kamis, 4 Juni 2026

Viral Antrean Pasien di RSUP Wahidin Mengular, Pihak RSU Minta Maaf

.
Amirullah, Sulawesi Today
- Senin, 28 Oktober 2024 | 18:25 WIB
Antrean pasien di RSUP Wahidin viral, memicu permintaan maaf. Pihak RSU ungkap penyebab dan janji pembenahan demi kenyamanan pasien. (Amirulah)
Antrean pasien di RSUP Wahidin viral, memicu permintaan maaf. Pihak RSU ungkap penyebab dan janji pembenahan demi kenyamanan pasien. (Amirulah)

Sulawesitoday - Suasana di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Sudirohusodo, Makassar, pagi tadi berubah menjadi pemandangan yang ramai hingga memicu perhatian warga net. Video yang tersebar di media sosial memperlihatkan pasien dan keluarganya yang tampak berdesakan di pintu masuk gedung baru rumah sakit tersebut.

Manajer Keperawatan RSUP Wahidin, Abdul Rakhmat, menyampaikan permintaan maaf kepada publik terkait kondisi yang kurang ideal ini dan menyatakan bahwa situasi ini diakibatkan oleh pengalihan ruangan layanan serta ketidaksesuaian kedatangan pasien dengan jadwal yang ditentukan.

Baca Juga: Publik Dihebohkan Pernikahan Sesama Jenis di Pohuwato, Simak Faktanya di Sini!

“Kami mohon maaf sebesar-besarnya atas kondisi pagi tadi. Itu berlangsung sekitar satu hingga dua jam,” ujar Rakhmat. Penumpukan tersebut, menurutnya, terjadi karena perpindahan layanan dari ruang sementara di Private Care Center (PCC) ke gedung baru khusus untuk layanan Ibu dan Anak, yang seharusnya sudah dioptimalkan untuk mengakomodasi lebih banyak pasien.

Dalam penjelasannya, Rakhmat menyoroti bahwa antrean panjang juga disebabkan oleh ketidaksesuaian jadwal kedatangan pasien. Banyak pasien yang datang jauh sebelum waktu pemeriksaan yang telah ditentukan.

Baca Juga: 16 Pelaku Curanmor Makassar Dibekuk, Incar Motor Tak Terkunci, 34 Motor dan 2 Mobil Diamankan

"Misalnya, ada jadwal pemeriksaan pukul 12 siang, tapi pasien sudah datang sejak pukul 8 pagi dan langsung memaksa masuk," katanya. Hal ini mengharuskan petugas keamanan untuk melakukan penyaringan di pintu masuk guna menghindari kerumunan, yang justru menyebabkan kepadatan sementara.

Selain ketidaksesuaian jadwal, faktor lain yang turut menyumbang membeludaknya antrean adalah jumlah pendamping pasien yang melebihi batas yang dianjurkan. Rakhmat mengungkapkan, idealnya setiap pasien hanya didampingi oleh satu orang, namun kenyataannya beberapa pasien datang dengan lebih dari satu pendamping.

Baca Juga: Perahu Santri Tenggelam Akibat Kelebihan Penumpang di Sungai Barito, 1 Tewas dan 2 Hilang

"Ada yang sampai lima orang. Akibatnya, ruang tunggu menjadi penuh dan antrean terhambat," jelasnya. Upaya ini, tambahnya, dilakukan untuk menjaga kenyamanan seluruh pasien, terutama yang membutuhkan ketenangan.

Pihak rumah sakit juga telah mengupayakan sistem pendaftaran daring yang memungkinkan pasien memilih waktu kedatangan sesuai jadwal untuk meminimalisir antrean. Namun, meskipun sudah tersedia sistem online ini, tidak sedikit pasien yang belum memanfaatkannya atau justru datang di luar jadwal yang sudah ditentukan.

Baca Juga: Cekcok Laporan Kerja Berujung Luka, Karyawan PDAM Ambon Diduga Dianiaya Rekan Sendiri

Situasi ini, kata Rakhmat, bukan hanya menyulitkan rumah sakit dalam pengelolaan pasien, namun juga menciptakan pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pasien lainnya.

Kejadian ini sebetulnya tidak berlangsung lama. Menurut Rakhmat, kerumunan mulai terkendali pada pukul 09.30 Wita setelah dilakukan pengaturan oleh petugas rumah sakit.

Halaman:

Editor: Amirullah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Artikel Terkait

Terkini