Sulawesitoday - Kemacetan parah terjadi di Jalan Poros Malino-Gowa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Minggu sore (3/11/2024). Sudah lebih dari dua jam antrean kendaraan terhenti hingga sepanjang 1,5 kilometer, membuat para pengendara frustrasi dan tak berdaya.
Pantauan langsung di lokasi pada pukul 16.00 WITA menunjukkan bahwa arus kendaraan menuju Makassar benar-benar tertahan, sementara arah sebaliknya—dari Makassar ke Gowa—lengang tanpa hambatan. Kondisi ini menambah ketidaknyamanan bagi pengemudi yang terjebak.
Baca Juga: Petugas Haji Kurang Optimal, Kemenag Usulkan 60% TNI: Akankah Layanan Jamaah Lebih Disiplin?
"Saya sudah dua jam lebih terjebak di sini. Mobil-mobil besar itu susah banget untuk maju," kata Ulfa, seorang pengendara mobil yang turut mengalami langsung kemacetan. Menurut Ulfa, kemacetan ini sangat mengganggu karena kendaraan hanya dapat bergerak sedikit demi sedikit.
"Hanya maju-maju sedikit," tambahnya, menggambarkan betapa lambatnya pergerakan lalu lintas di titik tersebut.
Baca Juga: Omnibus Law untuk Revisi 8 UU Politik, Baleg DPR RI Bidik Efisiensi Sistem Pemilu 2029
Situasi ini membuat beberapa pengendara motor bahkan terpaksa mencari celah di antara kendaraan yang berhenti agar bisa menerobos maju. Kendati usaha itu, mayoritas pengendara tetap harus bersabar dalam antrean yang padat. Ironisnya, arah menuju Makassar ini benar-benar padat sementara jalur ke arah sebaliknya lengang.
Banyak pengemudi yang terlihat turun dari kendaraan mereka untuk melihat situasi atau sekadar mencari udara segar di pinggir jalan.
Baca Juga: KBRI Kewalahan Layani Rombongan Pejabat! Mahfud MD Desak Prabowo Batasi Kunjungan Kerja Luar Negeri
"Sudah 30 menit lebih saya berhenti dan belum bisa jalan lagi. Banyak juga yang sampai matikan mesin mobil dan turun," jelas Ulfa lebih lanjut. Tampaknya, tidak semua pengemudi memahami dengan jelas apa yang menjadi penyebab kemacetan ini, yang menambah kebingungan dan ketidaknyamanan bagi mereka yang terjebak.
Fenomena kemacetan di Jalan Poros Malino-Gowa ini bukan pertama kalinya terjadi. Beberapa hari terakhir, volume kendaraan di jalur tersebut memang cenderung meningkat, terutama pada akhir pekan ketika banyak warga yang bepergian untuk berwisata ke kawasan Gowa atau kembali ke Makassar. Selain itu, jalan tersebut kerap digunakan kendaraan berukuran besar, sehingga pergerakan lalu lintas menjadi lebih lambat saat terjadi lonjakan kendaraan.
Kemacetan panjang ini menimbulkan pertanyaan mengenai kelayakan infrastruktur jalan tersebut dalam menampung volume kendaraan yang meningkat. Beberapa pengemudi bahkan menyarankan adanya pengaturan khusus untuk kendaraan besar atau mungkin alternatif jalan guna mengurai kepadatan ini.
Baca Juga: Bus Sekolah Terguling di Tapanuli Utara, Satu Pelajar Meregang Nyawa, Tiga Luka
Artikel Terkait
Hasto Sindir Luthfi-Yasin Butuh 'Leverage' Jokowi! PDIP: Pemimpin Lemah Mental Tak Layak Pimpin Jateng
Polisi Tangkap 2 Tersangka Baru, Kasus Penyalahgunaan Wewenang Komdigi Makin Dalam! 16 Orang Terseret
KBRI Kewalahan Layani Rombongan Pejabat! Mahfud MD Desak Prabowo Batasi Kunjungan Kerja Luar Negeri
Omnibus Law untuk Revisi 8 UU Politik, Baleg DPR RI Bidik Efisiensi Sistem Pemilu 2029
Petugas Haji Kurang Optimal, Kemenag Usulkan 60% TNI: Akankah Layanan Jamaah Lebih Disiplin?