• Rabu, 22 Juli 2026

Detik-Detik Dramatis, Warga Ambon Gagalkan Mahasiswi Diduga Kesurupan di Ujung Jembatan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 8 November 2024 | 13:49 WIB
Mahasiswi di Ambon diduga kesurupan dan nyaris melompat dari JMP. Warga heroik menyelamatkannya, membawa perhatian pada pentingnya kesadaran kesehatan mental. #ViralAmbon #JembatanMerahPutih #Kesurup (Muhammad Aqil Azizi)
Mahasiswi di Ambon diduga kesurupan dan nyaris melompat dari JMP. Warga heroik menyelamatkannya, membawa perhatian pada pentingnya kesadaran kesehatan mental. #ViralAmbon #JembatanMerahPutih #Kesurup (Muhammad Aqil Azizi)

Sulawesitoday - Berita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong siapa pun melakukan tindakan berbahaya. Jika Anda merasa depresi atau memiliki pemikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera cari bantuan profesional. Konsultasikan kondisi Anda dengan psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terpercaya di sekitar Anda.

Kota Ambon digemparkan dengan peristiwa yang nyaris berujung tragis. Seorang mahasiswi berinisial SR, 19 tahun, hampir saja mengakhiri hidupnya di Jembatan Merah Putih (JMP) pada Rabu sore. Dalam kejadian yang berlangsung di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, SR diduga kesurupan hingga tak menyadari dirinya mencoba melompat dari jembatan tersebut.

Baca Juga: Sungai Amazon Mengering, Kekeringan Terparah dalam 45 Tahun Mengungkap Krisis Besar

Insiden itu, yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIT, menjadi viral di media sosial, memicu perhatian masyarakat luas. Video berdurasi 53 detik memperlihatkan SR sudah berada di luar pagar pembatas jembatan, kedua tangannya mencengkeram erat pagar itu, seolah terjebak antara kenyataan dan dorongan yang tak dapat ia kendalikan.

Baca Juga: Takluk oleh Alam, Kisah Pilu Relawan di Bunker Kaliadem saat Erupsi Merapi Melanda

"Cepat tahan dia, pegang tangannya!" teriak warga yang menyaksikan, menggambarkan momen genting ketika nyawa SR hampir tergelincir ke jurang maut.

Menurut keterangan Kapolsek Teluk Ambon, Iptu Muhammad Maulana Dicky, peristiwa itu berawal ketika SR mengambil barang-barangnya yang dititipkan di kos pacarnya usai kuliah. Setelah itu, ia bermaksud pulang ke kawasan Air Mata Cina di Kecamatan Nusaniwe. Namun, segalanya berubah saat SR mencapai ujung JMP.

Baca Juga: Tragis dan Aneh, Pria Vietnam Tidur dengan Kerangka Istri Selama 20 Tahun

"Usai mengambil barang titipan, korban berinisiatif untuk pulang. Namun, sesampainya di ujung jembatan, korban tak sadar apa yang dia lakukan," ungkap Dicky.

Ia menambahkan bahwa SR baru tersadar setelah berada di luar pagar pembatas, dalam posisi sangat berbahaya. Untungnya, warga yang kebetulan berada di sekitar tempat kejadian segera bereaksi. Mereka bergegas menahan tangan SR dan menariknya kembali ke tempat yang aman. Peran serta warga tersebut, tanpa diragukan lagi, berhasil menyelamatkan nyawa SR di detik-detik terakhir.

Baca Juga: Digitalisasi dan Tata Kelola Efektif, Jasa Raharja Terima Best BUMN Award 2024

Korban kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian. Dalam keterangannya, SR mengaku dirinya "kesurupan roh halus" saat peristiwa itu terjadi. Klaim ini memunculkan spekulasi dan diskusi di masyarakat tentang fenomena kesurupan serta hubungannya dengan kondisi kesehatan mental. Setelah pemeriksaan selesai, SR diantar kembali ke kosnya.

Fenomena seperti ini menimbulkan banyak pertanyaan. Apakah kesurupan semata-mata bersifat mistis, atau adakah faktor psikologis yang berperan besar? Terlepas dari itu, kasus SR mengingatkan kita akan pentingnya deteksi dini gejala gangguan mental. Jika Anda atau seseorang di sekitar Anda merasakan tekanan berat yang mengarah pada pemikiran berbahaya, jangan ragu untuk mencari bantuan profesional.

Baca Juga: Diseminasi HAM di Palu, Melawan Perundungan demi Generasi Muda Lebih Kuat

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini