Sulawesitoday - Warga mulai bersuara. Dalam suasana mendekati pencoblosan Pilkada Sulawesi Tengah pada 27 November 2024, keresahan terhadap serangan fitnah yang menimpa pasangan calon gubernur Ahmad Ali dan Abdul Karim Aljufri—dengan slogan BERAMAL—kian memuncak. Warga yang merasa tidak lagi dapat mentolerir kampanye hitam tersebut, kini meminta tim pemenangan pasangan nomor 01 untuk segera mengambil langkah hukum.
Tokoh masyarakat dari Kecamatan Kasimbar, Zainudin, dengan lantang menyatakan bahwa tindakan tegas harus diambil. Dalam audiensi dengan Hengki Idrus Mapangile, Koordinator Wilayah Tim Pemenangan BERAMAL, ia mengatakan, “Kami tahu siapa orang-orang dari tim beliau di desa kami. Yang menyebarkan fitnah ini bukan dari pihak Ahmad Ali, dan kami minta mereka ditindak tegas!”
Baca Juga: Hoax Pergantian Wakapolda untuk Paslon 01 Beramal Dibantah Polda Sulteng, Ini Faktanya
Desakan seperti ini tidak datang dari satu tempat saja. Dari Kecamatan Tinombo, Supriadi, seorang warga setempat, turut menyerukan hal serupa. Ia bahkan mengarah langsung pada sebuah media online yang disebut-sebut ikut andil dalam penyebaran berita negatif.
“Jangan sampai kami yang bertindak,” ujarnya dengan nada tegas, menambahkan bahwa situasi ini sangat berpotensi mengganggu jalannya Pilkada yang damai.
Baca Juga: Deklarasi Meriah di Eks-Tinombala, Warga Parigi Moutong Percaya BERAMAL Jawaban Perubahan
Fitnah: Ancaman bagi Demokrasi
Fitnah dalam dunia politik bukanlah hal baru, tapi jika dibiarkan, dampaknya bisa meluas, merusak tatanan demokrasi itu sendiri. Di Sulawesi Tengah, serangan fitnah yang sistematis dan terstruktur ini dinilai bukan sekadar isu lokal. Kampanye hitam, seperti klaim palsu tentang pembagian sembako dari tim BERAMAL, berfungsi untuk mendiskreditkan pasangan tersebut.
Namun, peran masyarakat dalam menjaga integritas demokrasi sangat penting. Warga seperti Zainudin dan Supriadi membuktikan bahwa publik dapat menjadi penjaga moralitas politik, mendesak pihak berwenang untuk menegakkan keadilan.
Baca Juga: Tanpa Tekanan dan Intimidasi, Visi BERAMAL Menjadi Magnet Peralihan Dukungan Pilkada
"Kami hanya ingin Pilkada ini damai dan adil," kata Zainudin, mewakili aspirasi banyak pihak.
Langkah Tegas Tim BERAMAL
Hengki Idrus Mapangile, mewakili tim BERAMAL, dengan cepat merespons situasi ini. Ia meminta masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan dan tidak mengambil tindakan yang berpotensi memperkeruh keadaan.
Dalam keterangannya, Hengki menegaskan, "Tim hukum kami sudah menyiapkan segala bahan untuk melaporkan pihak-pihak yang terlibat. Semua akan diselesaikan sesuai jalur hukum."
Artikel Terkait
Parkir Asal-Asalan di Bali, Motor-Motor Langsung Ditidurkan Petugas
Perdana Menteri Israel di Bawah Tuntutan, ICC Mengeluarkan Surat Perintah untuk Netanyahu atas Kejahatan Perang
Pohon Kelapa Tumbang Saat Syuting Uang Kaget, Kejadian Nyaris Berujung Petaka
Rahasia Mistis Abe no Seimei, Penyihir Kekaisaran dan Keturunan Rubah yang Mempesona Sejarah Jepang
Pembatasan Kekayaan ala Kaisar Wang Mang, Kisah Kontroversial Pemimpin yang Menantang Tatanan Lama