• Rabu, 22 Juli 2026

Pelepasan Tukik di Donggala, Simbol Kepedulian RIOT Palu untuk Masa Depan

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 29 Desember 2024 | 16:13 WIB
Komunitas RIOT Palu rayakan ulang tahun ke-7 dengan melepas tukik di Donggala, menunjukkan sinergi olahraga dan pelestarian lingkungan
Komunitas RIOT Palu rayakan ulang tahun ke-7 dengan melepas tukik di Donggala, menunjukkan sinergi olahraga dan pelestarian lingkungan

Sulawesitoday - Komunitas RIOT Palu telah membuktikan bahwa langkah kecil dapat berdampak besar. Dalam perayaan ulang tahun ke-7, mereka melakukan kegiatan yang jarang dilakukan oleh komunitas lari: melepaskan puluhan tukik di perairan Donggala.

Sebuah momen yang bukan hanya mengharukan, tetapi juga menjadi pengingat pentingnya peran kita dalam menjaga ekosistem laut.

Minggu pagi (29/12/2024), anggota RIOT Palu berkumpul di Pantai Kura-Kura, Donggala. Puluhan anggota komunitas itu, dengan semangat yang menggebu, melepas tukik-tukik kecil menuju laut lepas.

“Kami ingin menunjukkan bahwa olahraga lari tidak hanya soal diri sendiri, tetapi juga tentang memberikan dampak positif bagi lingkungan,” ujar Rezky Akbar, Kapten RIOT Palu.

Pernyataan ini mencerminkan inti dari kegiatan tersebut, di mana semangat hidup sehat dirangkai dengan kontribusi nyata untuk alam.

Sejak berdirinya pada 22 Desember 2017, RIOT Palu telah menjadi lebih dari sekadar komunitas lari. Dengan 200 anggota aktif, mereka bertransformasi menjadi pionir kegiatan sosial di Sulawesi Tengah.

Dalam berbagai kesempatan, komunitas ini mengadakan kegiatan yang bertujuan membangun kebiasaan hidup sehat di masyarakat.

Baca Juga: Kolaborasi Media dan Kemenkumham Sulteng: Sebuah Tonggak Baru Pelayanan Hukum di 2024

"Kalau masyarakat terbiasa dengan gaya hidup sehat, daerah kita pasti akan maju," tambah Rezky.

Melepaskan tukik bukan hanya tindakan simbolis. Penyu merupakan spesies yang rentan, dan kelestariannya sangat penting bagi ekosistem laut.

Dengan pelepasan ini, RIOT Palu memberikan pesan bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab terhadap alam.

Momen ini juga menjadi refleksi bahwa langkah-langkah kecil, seperti melepas tukik, dapat memberikan dampak besar untuk masa depan.

Kegiatan ini tidak hanya diisi dengan pelepasan tukik. Berbagai lomba tradisional juga digelar, menambah semaraknya suasana perayaan.

Dari balap karung hingga tarik tambang, seluruh acara mencerminkan harmoni antara budaya lokal dan nilai kebersamaan.

Halaman:

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini