Sulawesitoday - Seorang wanita berusia 45 tahun di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, harus dievakuasi ke RSUD Andi Makkasau setelah berat badannya mencapai 300 kilogram. Proses evakuasi ini melibatkan petugas pemadam kebakaran (Damkar), karena pasien, yang dikenal sebagai J, tidak mampu bergerak sendiri akibat kondisinya.
Kepala Bidang Penanggulangan dan Penyelamatan Damkar Parepare, Fransiscus, menjelaskan bahwa mereka menerima laporan dari warga setempat terkait kondisi pasien tersebut.
“Kami mendapat panggilan untuk membantu seorang pasien obesitas parah yang kesulitan menuju rumah sakit,” ujarnya.
Kisah di Balik Berat Badan
J tinggal di Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang. Menurut Camat Soreang, Awaluddin, berat badan J meningkat drastis selama pandemi COVID-19.
“Kemungkinan besar ini akibat pola makan yang tidak terkontrol selama masa pandemi,” katanya. Pandemi memaksa banyak orang untuk lebih sering berada di rumah, yang sering kali berdampak pada kesehatan fisik dan mental.
Kehilangan orang tua juga memperburuk kondisi J. Sejak kematian orang tuanya, ia menjadi lebih pasif dan mengalami stres yang berlebihan.
“Sekitar bulan November 2024, ia mulai mengeluh perutnya mengeras dan mengalami sesak napas. Kondisi ini membuat keluarga akhirnya memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit,” tambah Awaluddin.
Baca Juga: Serangan Monyet Liar Gegerkan Ponrang Luwu, Empat Warga Terluka
Proses Evakuasi yang Tidak Mudah
Tim Damkar harus bekerja keras selama proses evakuasi. Berat badan J yang mencapai 300 kilogram membuatnya tidak bisa bergerak secara mandiri. Dengan peralatan dan tenaga ekstra, mereka memastikan bahwa pasien bisa dipindahkan dengan aman dan nyaman.
“Kami sangat berhati-hati selama proses ini. Kondisi pasien yang rapuh menjadi perhatian utama kami,” jelas Fransiscus. Proses ini menjadi pengingat akan pentingnya penanganan khusus bagi pasien dengan kebutuhan medis ekstrem.
Pentingnya Kesadaran Akan Obesitas
Kasus J adalah contoh nyata bagaimana faktor seperti stres, kehilangan, dan gaya hidup dapat berkontribusi pada obesitas parah. Ini juga menyoroti perlunya edukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat, bahkan di masa sulit seperti pandemi.
Artikel Terkait
Ini Sejumlah Modus Kasus Pemotongan Dana PIP di Parigi Moutong
Kecelakaan Maut di Jalan Poros Maros-Bone, Mobil Jatuh ke Jurang 5 Meter
Kakanwil Kemenkumham Sulteng: Sinergitas Kunci Keberhasilan Pembangunan
Protes Kelangkaan Minyak Tanah Berujung Kekerasan, Kadis Perindag Ini Jadi Tersangka
Serangan Monyet Liar Gegerkan Ponrang Luwu, Empat Warga Terluka