Sulawesitoday - Massa driver ojek online yang menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Gubernur Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah tercapai kesepakatan dengan pihak Pemerintah Provinsi. Aksi yang mulai berlangsung sejak pukul 11.53 WITA itu sempat menghambat arus lalu lintas di sekitar lokasi, sehingga mengundang perhatian publik dan aparat kepolisian.
Dalam awal aksi, para driver berkumpul dengan semangat tinggi, menyuarakan tuntutan agar tarif dasar angkutan online segera ditegakkan sesuai dengan ketentuan Surat Keputusan Gubernur. Mereka mengkritik keras pihak aplikator yang dinilai belum menerapkan skenario tarif yang telah disusun dan ditandatangani.
“Jadi di dalam SK itu ada skenario tarif yang sudah dilampirkan dan bahkan sudah ditandatangani juga,” ungkap Herman, perwakilan Driver Online Bersatu Bergerak (Dobrak), kepada wartawan di lokasi.
Seiring berjalannya waktu, demonstrasi semakin memanas hingga menyebabkan jalan utama di depan kantor gubernur lumpuh. Massa yang menutup jalur utama turut memaksa lalu lintas terhenti, sehingga situasi pun semakin mendesak untuk segera menemukan titik terang.
Di tengah ketegangan tersebut, perwakilan dari Pemerintah Provinsi turun tangan untuk melakukan negosiasi. Hasil pembicaraan menunjukkan adanya kesepakatan yang cukup memuaskan kedua belah pihak, sehingga massa mulai meninggalkan lokasi secara tertib.
Pantauan di lapangan menunjukkan bahwa sekitar pukul 19.28 WITA, driver ojol secara perlahan mengemudikan kendaraannya ke bahu jalan, meninggalkan area yang sebelumnya diparkir di tengah jalan. Arus lalu lintas yang sempat lumpuh pun mulai kembali normal.
Baca Juga: Aksi Massa di Bone: Kasat Narkoba Diduga Minta Uang Damai Rp 70 Juta, Publik Marah!
Sementara itu, aparat kepolisian masih bertugas di lokasi untuk memastikan tidak ada kerusuhan lanjutan serta membersihkan sisa-sisa kerusakan, termasuk ban bekas pembakaran yang ditinggalkan oleh massa.
Aksi demonstrasi ini menjadi cerminan kekecewaan para pelaku layanan online terhadap mekanisme tarif dasar yang dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang ada. Mereka berharap agar pihak berwenang segera mengambil langkah tegas untuk menegakkan hak-hak para driver serta menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan.
Negosiasi yang berhasil meredakan ketegangan di Makassar ini diharapkan menjadi titik awal perubahan positif dalam kebijakan tarif dasar, sekaligus memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap upaya pemerintah dalam mengatasi permasalahan di sektor transportasi daring.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.
Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.