Sulawesitoday - Untuk memastikan peringatan Hari Buruh Internasional di Morowali berjalan aman dan tertib, Polres Morowali Polda Sulteng mengerahkan 627 personel gabungan sejak H-1.
Sinergi ini melibatkan unsur Polres dan Polsek, Kodim 1311 Morowali, Batalyon C Pelopor Sat Brimob Polda, serta instansi sipil seperti Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja, dan Dinas Kesehatan.
Patroli “mata elang" pada titik rawan.
Sehari sebelum aksi, prioritas pengamanan difokuskan pada sektor-sektor strategis: bundaran kota, perempatan padat, dan akses utama menuju kantor bupati.
Tim TNI-Polri melaksanakan patroli terpadu—dikenal sebagai patroli “mata elang”—untuk mengantisipasi potensi gangguan dan memetakan kerawanan sejak dini.
Pendekatan humanis, nol kekerasan.
AKBP Suprianto, S.I.K., M.H., Kapolres Morowali, menegaskan seluruh personel wajib mengedepankan sikap persuasif.
“Tindakan kekerasan tidak dibenarkan. Kami minta rekan-rekan mengutamakan dialog dan pendekatan humanis saat berinteraksi dengan massa,” ujarnya.
Instruksi itu sejalan dengan protokol pengamanan modern yang menempatkan hak berekspresi buruh sebagai prioritas.
Larangan tegas dan antisipasi anarkis.
Kapolres juga mengingatkan larangan membawa senjata api dan benda tajam ke area aksi.
Upaya antisipatif disiapkan untuk mencegah aksi anarkis—khususnya pembakaran ban—yang kerap muncul pada demonstrasi besar.
Posko kesehatan dan ambulans siaga di tiga titik utama guna merespons cepat jika ada insiden kesehatan.
Kelancaran arus lalu lintas terjaga.