berita

Banjir Luapan Sungai Poso Rendam 86 KK di Gebangrejo, 9 KK Ranononcu Mengungsi

Kamis, 15 Mei 2025 | 15:42 WIB
Air Sungai Poso meluap, 123 KK terdampak, fasilitas pendidikan dan ibadah terendam, evakuasi dan pemantauan BPBD intensif.

Sulawesitoday - Luapan Sungai Poso kembali memicu banjir di beberapa wilayah Kabupaten Poso pada Rabu (14/5).

Air sungai yang meluap hingga mencapai 1,5 meter di titik terendah menyebabkan ratusan warga terendam dan beberapa sekolah serta fasilitas ibadah harus tutup sementara.

Di Kelurahan Gebangrejo, ratusan warga dikepung banjir. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Poso mencatat 86 kepala keluarga (KK) terdampak, dengan total lebih dari 300 jiwa.

SD Negeri 26, sebuah pesantren setempat, dan satu mushollah juga terendam; ruang kelas dan ruang belajar masing-masing terisi air setinggi 40–60 sentimeter.

“Air masuk tiba-tiba sekitar pukul 06.30 WITA, warga kami langsung mengamankan dokumen penting dan logistik,” kata Imam Santoso, Ketua RW 03 Gebangrejo.

Sementara itu, di Kelurahan Ranononcu, 37 KK merasakan dampak serupa. BPBD melaporkan sembilan keluarga terpaksa mengungsi ke posko darurat yang disiapkan di Balai Desa.

“Beberapa rumah sudah mulai retak akibat tekanan air, kami berharap agar sumber bantuan segera tiba,” ujar Luluk Nurhayati, salah satu pengungsi yang menempati posko bersama anak dan ibunya.

Menanggapi hal ini, Kepala BPBD Kabupaten Poso, Drs. Amir Fachruddin, menyatakan tim reaksi cepat telah dikerahkan untuk memantau debit Sungai Poso.

“Kami melakukan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Tagana untuk pendistribusian bantuan pangan dan selimut,” ungkap Amir.

Selain itu, BPBD memasang radar pintu air portabel di tiga titik rawan luapan untuk mempercepat peringatan dini.

BMKG Poso juga menginformasikan potensi hujan lebat masih tinggi hingga akhir pekan.

Oleh karena itu, BPBD meminta masyarakat untuk selalu memperbarui informasi cuaca dan menyiapkan barang bawaan untuk evakuasi cepat.

Warga di sepanjang bantaran diimbau tetap berada di lokasi yang lebih tinggi dan menjaga komunikasi dengan RT/RW setempat.

Baca Juga: Blokade Akses TPA Sampah Jononunu Parigi Moutong Dijawab dengan Tumpukan Sampah

Halaman:

Tags

Terkini