Sulawesitoday - Konten video perpisahan siswa SMK Citra Bangsa Mandiri Purwokerto mendadak viral di media sosial setelah warganet dibuat takjub sekaligus terpingkal oleh kemewahan acaranya.
Alih-alih sekadar seremonial kelulusan biasa, panitia sekolah meluncurkan format yang lebih mirip prosesi wisuda perguruan tinggi, lengkap dengan toga, sleber, samir, dan topi bertali.
Prosesi dibuka resmi dengan sambutan kepala sekolah yang menyebutnya “Sidang Senat Terbuka Perpisahan,” istilah langka di dunia pendidikan menengah.
Satu demi satu siswa berjalan ke panggung utama sambil mengenakan toga hitam dengan pinggiran emas. Momen puncak terjadi saat guru menyilangkan tali toga dari sisi kiri ke kanan, layaknya tradisi pelepasan toga doktoral di universitas ternama.
Tak hanya siswa, para pendidik juga tampil penuh gaya. Sejumlah guru mengenakan toga ala profesor lengkap kalung medali, membuat suasana serasa di aula kampus elit.
“Awalnya saya kira ini rekaman wisuda mahasiswa, bukan kelulusan SMK,” cuit seorang netizen.
Nuansa kekinian ditambah dengan penampilan tari tradisional Banyumasan yang dibawakan oleh penari profesional. Gerak gemulai di atas panggung mencuri perhatian dan mendapat tepuk tangan meriah.
Hiburan berbumbu budaya itu sekaligus menjadi nilai tambah bagi sekolah untuk memperkenalkan warisan lokal kepada generasi muda.
Sejumlah netizen langsung bereaksi. Ada yang memuji kreativitas pihak sekolah, “Keren banget, bukan cuma lulus, tapi jadi momen tak terlupakan!” tulis akun @pembelajar.
Namun ada pula yang menganggap acara ini terlalu berlebihan. “Lho ini kok kaya wisuda doktor? Yang penting pinter, bukan stil gaya,” kritik @sarbinganteng.
Di sisi lain, muncul pertanyaan soal biaya. Beberapa warganet menyoroti potensi pungutan liar di balik kemewahan tersebut.
Meski panitia menegaskan semua dana berasal dari iuran resmi orang tua murid, isu pungli tak sepenuhnya hilang dari diskusi online.
Baca Juga: Banjir Luapan Sungai Poso Rendam 86 KK di Gebangrejo, 9 KK Ranononcu Mengungsi
Akhirnya, peristiwa ini menimbulkan dua kesimpulan: ada yang memandang sebagai inovasi seru untuk merayakan kelulusan, dan ada pula yang menilai cukup sederhana asal maknanya tersampaikan.