berita

Ngumpet di Bunker Lalu Kabur ke Yunani, Netanyahu Lari dari Rudal Hipersonik Iran

Sabtu, 14 Juni 2025 | 15:24 WIB
PM Netanyahu tinggalkan Tel Aviv menuju Yunani setelah rudal Iran tembus Iron Dome. Kisah pelarian senyap dari bunker.

Sulawesitoday - Pelarian senyap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu ke Yunani, setelah sempat bersembunyi di dalam bunker, menjadi sorotan tajam.

Langkah ini diambil di tengah gemuruh rudal balistik Iran yang tanpa ampun menghantam Tel Aviv, Jumat (13/6/2025) malam.

Sebuah pemandangan langka, melihat pemimpin Zionis itu mencari 'sarang' baru kala Iron Dome mereka porak-poranda.

Wing of Zion, pesawat kepresidenan Israel, dikabarkan buru-buru lepas landas dari Bandara Ben-Gurion.

Bukan untuk kunjungan kenegaraan biasa, melainkan membawa Netanyahu menjauh dari jangkauan rudal-rudal hipersonik Iran yang berhasil menembus pertahanan langit Israel.

Sejumlah fasilitas penting di ibu kota negara zionis itu dilaporkan luluh lantak dihantam proyektil mematikan tersebut.

Melansir laporan dari kantor berita Iran, IRNA, beberapa media Israel memang sempat mempublikasikan foto yang menguak keberangkatan pesawat resmi Netanyahu, dikawal ketat oleh dua jet tempur, terbang menuju lokasi rahasia di luar wilayah pendudukan.

Belakangan, informasi tersebut terkonfirmasi: Athena, ibu kota Yunani, menjadi destinasi pendaratan sang perdana menteri.

Pemilihan Yunani bukan tanpa alasan. Konon, negara ini dinilai sebagai tempat yang aman dan netral, memungkinkan pertemuan darurat secara langsung antara pejabat tinggi Israel dan Amerika Serikat.

Di sisi lain, memindahkan Wing of Zion juga strategis, agar tak menjadi target empuk rudal-rudal Iran selanjutnya. Seolah, pesawat itu sendiri butuh perlindungan ekstra.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Israel terkait keberadaan Netanyahu pasca-serangan balasan Iran yang telak itu.

Baca Juga: Kewalahan Diterjang Badai Rudal Iran, Iron Dome Israel Pincang

Sebelumnya, Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant sempat berlindung di dalam bunker atau ruang bawah tanah, saat rentetan rudal Iran bertubi-tubi menghantam Tel Aviv.

Pelarian ini seolah menegaskan, tak ada benteng sekuat apapun yang mampu menahan amuk balasan dari Teheran.

Tags

Terkini