berita

Klaim Nabi oleh Kader PSI Bikin Geger, Jokowi: Pikir yang Masuk Akal!

Minggu, 15 Juni 2025 | 11:11 WIB
Klaim kontroversial kader PSI samakan Jokowi dengan nabi memicu polemik. Jokowi menepis keras, MUI sebut penistaan. Riak kontroversi makin lebar.

Sulawesitoday - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, kini menghadapi riak polemik yang tak terduga. Bukan soal kebijakan, melainkan tentang klaim "kenabian" yang disematkan seorang kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Perkataan itu, laksana bara dalam sekam, langsung menyulut api kontroversi di jagat maya, memaksa sang mantan kepala negara angkat bicara.

Di Solo, Sabtu kemarin (14/6/2025), Jokowi terlihat agak gusar ketika menyinggung isu yang berhembus kencang itu.

Ia mengaku tak paham betul apa motif di balik pernyataan Dedy Nur Palakka, kader PSI yang melontarkan puja-puji kelewat batas.

"Nabi terakhir itu Nabi Muhammad SAW. Kalau ada yang bicara seperti itu, ya pikir yang masuk akal sajalah," tegas Jokowi, menepis segala sanjungan yang kebablasan.

Geger ini bermula pada Senin (9/6/2025), kala Dedy Nur Palakka membuat kehebohan di akun X miliknya. Awalnya, ia memuji Jokowi sebagai sosok yang dekat dengan rakyat, seolah memang tak ada jarak.

Namun, ketika ada warganet yang geram melihat wajah Jokowi, Dedy justru membalasnya dengan pernyataan bombastis: Jokowi sudah memenuhi syarat menjadi nabi.

"Jadi nabi pun sebenarnya beliau ini sudah memenuhi syarat, cuman sepertinya beliau menikmati menjadi manusia biasa dengan senyum selalu lebar ketika bertemu dengan rakyat," tulis Dedy, seolah menjustifikasi klaimnya itu.

Ia bahkan menambahkan, berbagai upaya untuk menjatuhkan Jokowi selama ini tak pernah mempan, seakan-akan ada "kekebalan" yang dimiliki.

Pernyataan Dedy, tentu saja, segera mengundang reaksi keras. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak tinggal diam. Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Hukum dan HAM MUI, KH DR Ikhsan Abdullah, menyebut omongan kader PSI itu sebagai bentuk penistaan agama.

Menurut Ikhsan, jika ada politikus yang berpikiran masih terbuka kemungkinan munculnya nabi lain, itu sama saja secara terang-terangan menyatakan diri murtad dari agamanya.

Baca Juga: Viral di Medsos Bak Film Horor, Kisah Pilu Kapal Karam di Kendari Kelebihan Muatan Penumpang dan Motor

"Dan karena pemikirannya yang sesat itu disampaikan secara luas di publik, maka patut diduga kader PSI tersebut sedang melakukan penistaan agama," sambung Ikhsan dari Jakarta, Jumat lalu (13/6/2025).

Polemik ini, agaknya, bakal berbuntut panjang, bukan hanya soal adu argumen di media sosial, tapi juga potensi implikasi hukum dan agama yang serius.

Tags

Terkini