Sulawesitoday - Langit Timur Tengah kembali memerah. Aroma mesiu bukan lagi isapan jempol belaka, terutama setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melayangkan klaim yang cukup menggegerkan.
Mereka menyebut telah meluncurkan serangan langsung, membidik jantung energi Israel; mulai dari kilang minyak sampai simpul-simpul distribusi listrik. Ini, kata mereka, adalah sebentuk balasan atas gejolak yang kian memanas.
Pernyataan yang cukup menohok itu, disiarkan gamblang oleh media pelat merah Iran. Rudal balistik plus drone, begitu disebut, melesat menuju kilang minyak di Haifa, lalu menyasar fasilitas produksi bahan bakar jet di Ramat Hovav, tak lupa juga menyenggol sub stasiun listrik yang letaknya tak jauh dari Tel Aviv. Sebuah pesan yang jelas, barangkali.
"Pusat-pusat utama pasokan energi rezim Zionis telah diserang dan menyebabkan kerusakan signifikan," ujar Brigjen Ramazan Sharif, Juru Bicara IRGC, dalam konferensi pers Sabtu malam (14/6) lalu.
Ia menambahkan, serangan ini bukan main-main, melainkan peringatan keras terhadap agresi militer Israel di kancah regional. Sebuah tarikan napas panjang dalam drama yang tak berujung.
Iron Dome Mengintervensi, Namun Kekhawatiran Ekonomi Tetap Membayang
Hingga berita ini diturunkan, otoritas di Negeri Bintang Daud masih membisu, belum ada konfirmasi resmi. Namun, sejumlah media lokal tak bisa menutupi.
Ada laporan soal dentuman ledakan dan kepulan asap kebakaran di wilayah utara. Bahkan, pemadaman listrik singkat sempat mampir di beberapa distrik Tel Aviv. Sebuah pertanda, meski tak diakui.
Militer Israel (IDF) sendiri, lewat sekelebat pernyataan, memang menyebut sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Iron Dome dan Arrow-3.
Namun, mereka tak serta merta membantah kemungkinan ada 'kebocoran', kerusakan terbatas yang terjadi akibat serangan yang lolos dari perisai udara.
Analisis dari para pengamat pertahanan mulai berbisik. Serangan Iran ini, jika benar adanya, menunjukkan lompatan signifikan dalam strategi konflik. Dari yang semula baku hantam konvensional, kini merambah target infrastruktur sipil yang begitu krusial.
Jika dampak serangan ini merambat luas, krisis energi di pusat-pusat ekonomi Israel bisa jadi hantu nyata yang menghantui dalam beberapa hari ke depan. Sebuah skenario yang tak diinginkan siapa pun.
Baca Juga: Intervensi Prabowo, Akhir Kisruh Batas Aceh-Sumut? Pengamat Prediksi SK Mendagri Dianulasi
Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tak mau kalah gertak. Ia menegaskan, negaranya "siap membalas dengan kekuatan penuh" jika Iran masih berani bermain-main dengan fasilitas penting di wilayahnya. Sebuah janji yang mengandung ancaman.