Sulawesitoday - Sebuah insiden yang menyayat hati menyapa perairan Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Selasa (17/6/2025). Seorang penumpang KM Tilongkabila dilaporkan terjatuh ke laut, entah karena apa, memicu duka dan kecemasan.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, melalui Pos SAR Luwuk, tak membuang waktu, segera mengerahkan pasukannya, menggelar operasi pencarian besar-besaran, merespon panggilan darurat dari gelombang.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, menceritakan, kabar burung nan pilu itu tiba di telinga petugas sekitar pukul 06.15 WITA.
Informasi datang dari Ummah, salah seorang penumpang kapal yang menyaksikan langsung, atau setidaknya menjadi yang pertama menyadari, bahwa ada satu jiwa yang lepas dari dekapan kapal. Rizal tak merinci identitas korban, seperti menjaga privasi di tengah badai tanya.
Namun, yang jelas, sebuah nyawa kini berada dalam samar-samar gulungan ombak, menyisakan jejak tanya yang dalam.
Pencarian pun sontak dimulai. Tim SAR dengan sigap menyusuri setiap jengkal perairan yang diduga menjadi saksi bisu hilangnya penumpang. Luwuk, yang biasanya tenang, kini menjadi panggung operasi penyelamatan yang intens.
Baca Juga: Gelombang Mosi Tak Percaya Terjang Unsimar: Audit Mendesak, Rektorat Terpojok
Cuaca dan kondisi laut menjadi penentu, apakah harapan itu akan bersinar atau justru tenggelam ditelan ketidakpastian. Mereka harus berpacu dengan waktu, sebuah perlombaan melawan detik yang terus berdetak, sebelum kegelapan malam kembali menyelimuti horizon.
Setiap menit adalah pertaruhan, setiap gelombang adalah tantangan. Kita hanya bisa berharap, sang penumpang itu tidak sepenuhnya ditelaan oleh ganasnya samudra.