berita

Warga Israel Lari Lewat Laut, Biaya Evakuasinya Demi Hidup Rp27 Juta - Gelombang Panik Perang Iran Israel

Kamis, 19 Juni 2025 | 10:08 WIB
Ratusan warga Israel nekat kabur lewat laut usai serangan Iran, bayar puluhan juta demi hidup. Kapal tak layak, pemerintah disorot.

Sulawesitoday - Gelombang kepanikan mencengkeram warga Israel. Terkunci dari langit pasca gempuran balasan Iran, ratusan dari mereka memilih jalan lain: kabur lewat jalur laut. Sebuah pelarian massal yang menguras dompet, bahkan hingga puluhan juta rupiah.

Pantauan ragam kantor berita internasional, pelabuhan di Herzliya, Haifa, dan Ashkelon sontak jadi titik kumpul evakuasi tak resmi. Warga berduyun-duyun menaiki kapal pesiar pribadi hingga yacht-yacht kecil, memecah ombak Laut Mediterania.

Tujuan utamanya jelas: mencari suaka sementara ke Siprus dan sejumlah negara Eropa lain. Mereka khawatir, serangan balasan akan meluas, meracuni kondisi domestik yang sudah di ambang gejolak.

Harga ‘tiket kebebasan’ yang ditawarkan operator kapal swasta pun melambung bak roket. Kabar berhembus, angkanya menyentuh $1.600 per kepala, setara kurang lebih Rp27 juta.

Meski begitu, banyak yang rela merogoh kocek dalam-dalam, sebab tak ada lagi pilihan. Sebuah ironi, ketika keselamatan harus dibeli dengan harga selangit.

Namun, lautan kerap menyembunyikan cerita lain. Kondisi kapal-kapal yang mengangkut para pencari damai ini acap tak memenuhi standar keamanan.

Laporan media lokal menyingkap, tak sedikit armada yang beroperasi tanpa izin resmi, bahkan minim perlengkapan keselamatan. Seolah, asa untuk lolos dari marabahaya harus dibayar dengan mengarungi bahaya lain.

“Kami tak tahu sampai kapan bandara ditutup. Kami mesti mencari jalan keluar sendiri,” tutur seorang warga Tel Aviv yang meminta namanya dirahasiakan, kepada Reuters.

Sebuah pengakuan jujur dari seseorang yang terjepit antara ancaman di darat dan ketidakpastian di laut.

Baca Juga: AS Kirim Kapal Induk Terbesarnya ke Mediterania, Perang Iran-Israel Memanas

Situasi pelik ini kian menambah beban di pundak pemerintah Israel. Kritik atas lambannya respons terhadap gelombang eksodus warganya, baik yang masih di dalam maupun yang sudah melipir ke luar negeri, makin santer terdengar.

Hingga kini, ribuan warga Israel dilaporkan masih tertahan di Siprus dan beberapa negara tetangga, menanti keputusan evakuasi lanjutan. Sebuah drama kemanusiaan yang terhampar di tengah gejolak geopolitik.

Tags

Terkini