Sulawesitoday - Apa yang membuat Pengurus Daerah Front/Forum Pemuda Kaili (PD FPK) Parigi Moutong (Parimo) menyambangi Bupati Erwin Burase? Rupanya, ini langkah awal sinergi PD FPK untuk mengawal kebijakan dan program pembangunan daerah, sekaligus menabuh genderang kemitraan strategis dengan kepala daerah.
Pada Kamis, 22 Juli 2025, ruang kerja Bupati Parigi Moutong menjadi saksi bisu sebuah pertemuan penting. PD FPK Parimo hadir membawa semangat baru, ingin merajut benang kemitraan dengan Pemerintah Daerah.
Pertemuan ini, disebut-sebut sebagai gerbang pembuka bagi program-program kerja PD FPK yang berhasrat selaras dengan visi Bupati. Mereka datang, bukan sekadar basa-basi, melainkan untuk memastikan roda pemerintahan berjalan sesuai rel.
Sebagai simbol pengukuhan kemitraan, PD FPK melalui "mayori" atau panglima kerajaan Parigi, menyematkan baju kebesaran ormas mereka kepada Bupati Erwin Burase. Sebuah gestur yang tak sekadar formalitas, namun menyiratkan janji kesetiaan dalam mengawal pembangunan.
Arifin Lamalindu, Ketua PD FPK Parigi Moutong, dalam nada penuh keyakinan menyatakan, pihaknya siap menjadi garda terdepan pengawal setiap kebijakan Bupati.
"Tentunya program cepat 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati yang baru saja dilantik, kami siap mengawal," tandasnya. Ia menambahkan, PD FPK akan terus bergandengan tangan dengan Pemda demi mewujudkan cita-cita mulia bagi Parigi Moutong. Komitmen mereka kuat: mendorong percepatan pembangunan demi kepentingan bersama dan kesejahteraan rakyat.
Arifin juga menyoroti potensi Parigi Moutong yang melimpah ruah, mulai dari sektor kelautan, perkebunan, pertanian, hingga kehutanan. Ia optimistis, dengan indeks pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang makin mumpuni, potensi ini dapat dioptimalkan.
Lebih lanjut, ia melayangkan harapan agar Buapti Parigi Moutong dapat mendorong kembali hadirnya Kantor Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) serta Kantor Komando Distrik Militer (Kodim).
"Karena maraknya peredaran narkoba yang mulai tidak terkendali, olehnya hal ini penting untuk kita pikirkan bersama terkait solusi dan jalan keluarnya," tegas Arifin, menyiratkan kekhawatiran atas kondisi keamanan dan ketertiban.
Menanggapi itu, Bupati Parigi Moutong, Erwin Burase, tak luput mengapresiasi program-program kerja PD FPK yang dinilai konstruktif bagi daerah. Dalam kesempatan itu, Bupati juga menegaskan fokusnya pada pemberantasan illegal fishing dan illegal mining yang kini marak di wilayahnya.
"Jadi dalam program 100 hari kerja ini, kami juga terus berupaya untuk menekan laju dari permainan ilegal tersebut, makanya kami sudah berkoordinasi dengan seluruh stekholder yang berkopoten," jelasnya.
Ia mendorong agar semua aktivitas yang kini ilegal dapat segera memiliki izin resmi, sehingga dapat memberikan pemasukan bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Makanya tambang-tambang ilegal sekarang ini kami coba terus dorong untuk dapat memiliki alas hak yang resmi untuk pengelolaannya," pungkasnya, menunjukkan tekad untuk menertibkan sektor tersebut.