berita

Di Hadapan Tokoh Lintas Agama, Prabowo Janji Perjuangkan UU Perampasan Aset

Selasa, 2 September 2025 | 14:33 WIB
Tokoh lintas agama bertemu Presiden Prabowo bahas korupsi dan UU Perampasan Aset. Pertemuan yang sarat pesan ini desak komitmen pemerintah.

Sulawesitoday - Presiden RI Prabowo Subianto menyambut para pemimpin dari berbagai majelis agama dalam sebuah dialog terbuka di Istana Merdeka, Senin (1/9). Fokus utama pembicaraan adalah isu-isu krusial yang tengah menjadi sorotan publik, termasuk maraknya korupsi dan urgensi Undang-Undang Perampasan Aset. Pertemuan ini digagas para tokoh sebagai aspirasi langsung dari masyarakat.

Ketua Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Jacklevyn Frits Manuputty, mengungkapkan jika forum tersebut berjalan penuh keterbukaan. Ia menyebut, para tokoh menyampaikan keresahan publik secara lugas kepada nakhoda baru negara ini. “Kami bicara tentang pajak yang memberatkan rakyat. Kami bicara tentang korupsi. Kami juga singgung kepongahan serta perilaku pejabat di ruang elit, soal flexing,” ungkap Jacklevyn.

Lebih jauh, ia menyebut isu kenaikan tunjangan DPR juga menjadi topik yang dibahas. Jacklevyn menuturkan, seluruh aspirasi itu ditanggapi dengan serius oleh Presiden dan bahkan oleh Ketua DPR yang turut hadir. Salah satu komitmen terpenting, kata dia, adalah janji Presiden untuk mendorong pengesahan Undang-Undang Perampasan Aset. “Presiden berjanji, akan sungguh-sungguh mengerjakan dan memperjuangkannya bersama dewan,” ujarnya.

Aspirasi ini bukan isapan jempol semata. Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, menekankan bahwa harapan-harapan masyarakat telah tersampaikan dan didengar langsung oleh kepala negara. Prabowo, menurut Yahya, menunjukkan pemahaman mendalam atas persoalan tersebut. Bahkan, ia juga menyebut telah ada langkah nyata yang dilakukan oleh pemerintah dan lembaga lain.

“Gestur pemenuhan keinginan dari rakyat, dari masyarakat itu, segera ditunjukkan lebih kuat lagi sehingga masyarakat juga menjadi lebih menenang kan,” kata Yahya, menambahkan komitmen para tokoh agama untuk membantu menciptakan suasana kondusif di tengah masyarakat.

Pertemuan ini bukanlah undangan dari pihak istana. Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustaz Zaitun Rasmin, meluruskan bahwa pertemuan ini merupakan inisiatif langsung dari ormas-ormas keagamaan. “Kamilah yang berinisiatif,” tegasnya, menyebut rencana pertemuan ini sudah ada sejak beberapa bulan lalu. Awalnya, fokus pada isu genosida di Gaza, namun kemudian beralih ke kondisi dalam negeri yang mendesak.

Ustaz Zaitun juga tak luput menyampaikan duka mendalam atas korban aksi demonstrasi di berbagai daerah. Ia menyebut ada korban luka maupun kerugian ekonomi.

Di akhir pertemuan, Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia, Wisnu Bawa Tenaya, menyiratkan sebuah pesan moral yang mendalam. Ia mengajak semua pihak, terutama pimpinan negara, untuk mengimplementasikan nilai Panca Satya. Satya Heraya: dengarkan suara hati dan rakyat. Satya Wacana: jaga mulut, mulutmu harimau mu. Satya Semaya: tepati janji. Satya Mitra: bersinergi. Dan terakhir, Satya Laksana: lakukan yang terbaik.

Ia secara gamblang mengingatkan bahwa penegakan keadilan harus berani “tajam ke atas,” bukan hanya ke bawah. Sebuah metafora yang kuat, mengukuhkan harapan agar pimpinan negara teguh menghadapi segala tantangan. Wisnu mengakhiri pesannya dengan ajakan bersatu, berdoa, dan berjanji demi Indonesia yang abadi.

Baca Juga: Penyelidikan Korupsi Kejati Sulteng Selamatkan Rp4.875.000.000, 15 Perkara Ditangani

Tags

Terkini