• Selasa, 21 Juli 2026

Dinas Pendidikan Parigi Moutong Genjot Kompetensi Digital Guru Lewat Program 'Topempaguru'

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Senin, 1 September 2025 | 22:42 WIB
Disdikbud Parigi Moutong gencar tingkatkan kompetensi literasi digital untuk para guru. Program ini sasar 91 guru di 15 sekolah agar melek teknologi.
Disdikbud Parigi Moutong gencar tingkatkan kompetensi literasi digital untuk para guru. Program ini sasar 91 guru di 15 sekolah agar melek teknologi.

Sulawesitoday - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Parigi Moutong memulai langkah strategis. Ini fokus pada peningkatan kompetensi literasi digital untuk para guru di wilayahnya. Upaya ini dilakukan lewat sebuah program terpadu. Tujuannya agar para tenaga pendidik adaptif terhadap laju transformasi digital.

Langkah tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Disdikbud Parigi Moutong, Farid. Menurutnya, era ini menuntut guru melek teknologi. Mereka diharapkan bisa menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan begitu, inovasi bisa terwujud di ruang kelas.

"Kami ingin guru-guru jangan sampai tidak melek teknologi," ujar Farid. Program ini menyasar guru yang belum familiar dengan digital. Termasuk juga mereka yang sudah tahu, namun belum memanfaatkan teknologi secara optimal.

Tahun ini, intervensi tersebut menyasar 15 sekolah. Total ada 91 guru yang akan ditingkatkan kompetensi literasi digital-nya. Pelaksanaan program ini dipercayakan kepada tim khusus bernama 'Topempaguru'. Tim ini berisikan guru-guru yang sudah mahir. Mereka telah menerapkan digitalisasi di sekolah masing-masing.

Farid menjelaskan detail sasarannya. Tiga sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Kasimbar masuk dalam daftar. Sisa 12 sekolah dasar (SD) tersebar di eks Kecamatan Parigi. Dalam proses pelatihan, guru diberikan pemahaman dasar. Seperti cara menggunakan aplikasi Canva sebagai media pembelajaran. "Kami memanfaatkan aplikasi yang sudah ada," ucapnya. Itu merupakan strategi cerdas. Program inovatif ini tidak memakan biaya tinggi.

Final program itu menuntut guru menunjukan hasil inovasinya. Mereka harus mempresentasikan produk dari hasil pelatihan. Ekspos ini langsung dihadapan Kepala Disdikbud. Harapan besar terletak pada program ini. Farid berharap guru bisa konsisten. Mereka dapat terus belajar. Menerapkan literasi digital dalam setiap aspek pembelajaran. Ini menjadi kunci masa depan pendidikan.

Baca Juga: Nasionalisasi BCA Solusi untuk Utang Jatuh Tempo, Sasmito Uji Konsistensi Prabowo Ungkap Skandal BLBI

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini