• Selasa, 21 Juli 2026

Pakar Sebut Peran Media Vital, Titik Balik Komunikasi Presiden Prabowo Gantikan Influencer

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Minggu, 31 Agustus 2025 | 22:57 WIB
Analis Hendri Satrio sarankan Prabowo intens berkomunikasi dengan media formal. Ini kunci meredakan kegelisahan publik. Media dinilai lebih tepercaya dibanding influencer.
Analis Hendri Satrio sarankan Prabowo intens berkomunikasi dengan media formal. Ini kunci meredakan kegelisahan publik. Media dinilai lebih tepercaya dibanding influencer.

Sulawesitoday - Presiden terpilih Prabowo Subianto disarankan untuk lebih mengintensifkan komunikasi dengan awak media. Langkah ini, menurut analis komunikasi politik Dr. Hendri Satrio, dinilai krusial untuk meredakan gejolak kegelisahan publik. Pakar komunikasi tersebut berpendapat, pendekatan melalui influencer saja tak cukup. Media massa, baginya, tetap menjadi pilar utama penyalur pesan pemerintah.

"Ada kegelisahan di masyarakat," kata Hendri Satrio. Ia menekankan, media massa adalah penenang. Institusi jurnalistik berperan sebagai jembatan kokoh. Ini menjalin komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Pesan pun tersampaikan lebih mudah.

Hendri tak memungkiri. Penguasa kerap melupakan media massa. Sejak era Presiden Joko Widodo, kata dia, fenomena ini sudah terlihat. Media seolah dipinggirkan dari lingkaran kekuasaan. Padahal, perannya sangat strategis. Media adalah kekuatan penyeimbang yang penting.

Legitimasi kepemimpinan nasional bergantung pada komunikasi terbuka. Publik membutuhkan informasi langsung dan terverifikasi. Bukan sekadar konten bersponsor. Sebuah studi dari Indonesian Presidential Studies (IPS) UGM pada tahun 2022 menunjukkan fakta jelas. Sebanyak 74,4 persen masyarakat percaya media formal. Angka ini jauh melampaui media sosial. Platform media sosial hanya dipercaya 12,7 persen responden. Ini menunjukkan media konvensional masih dominan.

Di tengah hiruk pikuk media sosial, peran media formal tetap tak tergantikan. Laporan jurnalistik mendalam dapat membongkar masalah. Ia memberi konteks, dan memulihkan kepercayaan publik. Seiring berjalannya waktu, komunikasi presiden yang lugas dengan media bisa menjadi kunci. Ia adalah kompas yang memandu kapal kenegaraan. Ini akan melewati badai ketidakpastian.

Baca Juga: Ultimatum 7 Hari untuk DPR, Viral 11 Tuntutan Rakyat Desak Reformasi dan Sahkan RUU Perampasan Aset

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini