berita

DPR RI Buka-bukaan Rincian Gaji Rp65,6 Juta, Respons Tekanan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah

Jumat, 5 September 2025 | 20:49 WIB
DPR RI buka rincian gaji anggota Rp65,6 juta/bulan. Respons tuntutan rakyat 17+8. Ferry Irwandi: masih banyak PR yang belum selesai

Sulawesitoday - Dalam konferensi pers yang digelar Jumat (5/9/2025), DPR RI secara resmi merilis dokumen rincian take home pay anggota dewan. Angka yang tertera: Rp65.695.730 per bulan. Sebuah transparansi yang lahir dari tekanan 17+8 Tuntutan Rakyat.

Ketua DPR RI menegaskan keputusan ini bukan sekadar formalitas. "Masyarakat berhak tahu kemana uang pajak mereka mengalir," ujarnya dengan nada tegas. "Transparansi ini bagian dari komitmen kami mengembalikan kepercayaan publik."

  • Anatomi Gaji Anggota Dewan: Dari Pokok Hingga Konstitusional

Berdasarkan data resmi per Mei 2025, struktur penghasilan anggota DPR terbagi dalam dua kelompok besar. Pertama, gaji pokok dan tunjangan jabatan melekat senilai Rp16,7 juta. Komponennya: gaji pokok Rp4,2 juta, tunjangan suami/istri Rp420 ribu, tunjangan anak Rp168 ribu, tunjangan jabatan Rp9,7 juta, tunjangan beras Rp289 ribu, dan uang sidang Rp2 juta.

Kedua, tunjangan konstitusional yang nilainya jauh lebih besar: Rp57,4 juta. Angka ini mencakup biaya komunikasi, tunjangan kehormatan, hingga honorarium fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran. Total bruto mencapai Rp74,2 juta.

Namun, bukan itu yang dibawa pulang. Setelah dipotong PPh 15% senilai Rp8,8 juta, tersisa Rp65,6 juta. Jumlah yang membuat banyak rakyat tersentak.

  • Ferry Irwandi: "Masih Banyak Pekerjaan Rumah"

Transparansi ini mendapat respons beragam dari publik. Ferry Irwandi, salah satu influencer dalam gerakan Kolektif 17+8 Indonesia Berbenah, memberikan apresiasi sekaligus kritik tajam.

"Langkah transparansi patut diacungi jempol," tulis Ferry di media sosialnya. "Tapi masih banyak yang belum terjawab. Soal tim investigasi independen, nasib teman-teman yang masih ditahan, penarikan TNI dari pengamanan sipil, reform institusi Polri."

Ferry juga menekankan pentingnya pengawalan proses. "Kita tunggu tanggapan lanjutan dari semua institusi terkait. Mari pantau dan kawal bersama," tegasnya.

  • Penghapusan Fasilitas: Sinyal Perubahan atau Sekadar Tambal Sulam?

Selain transparansi gaji, DPR juga mengumumkan penghapusan tunjangan perumahan dan moratorium kunjungan kerja luar negeri. Keputusan yang diharapkan dapat memangkas anggaran operasional parlemen.

"Kami memahami keresahan masyarakat terkait fasilitas dan tunjangan," jelas pimpinan DPR. "Karena itu, penghapusan tunjangan perumahan dan pemangkasan fasilitas menjadi langkah nyata agar DPR lebih fokus pada fungsi legislasi, pengawasan, dan anggaran."

Langkah ini dinilai positif, meski sebagian kalangan mempertanyakan substansi perubahan. Apakah ini reformasi sejati atau sekadar respons reaktif terhadap tekanan publik?

  • Hak Pensiun: 75% dari Gaji Terakhir

Dokumen yang dirilis juga mengungkap detail hak pensiun anggota DPR. Setiap anggota berhak atas pensiun sebesar 75% dari gaji pensiun terakhir. Angka yang diperkirakan bervariasi, dengan tertinggi mencapai Rp3,6 juta per bulan.

Sebuah fasilitas yang terus mengalir bahkan setelah masa jabatan berakhir. Realitas yang kembali memicu diskusi tentang keadilan distribusi kekayaan negara.

  • Momentum Bersejarah: Antara Harapan dan Skeptisisme

Keputusan DPR RI ini menjadi momentum bersejarah dalam transparansi lembaga legislatif Indonesia. Untuk pertama kalinya, publik mendapat akses lengkap terhadap rincian penghasilan wakil rakyat.

Halaman:

Tags

Terkini